Bekasimedia – Kampung di Jakarta yang kerap kali menjadi pusat perhatian pada musim hujan, kampung yang selalu menghiasi layar kaca ketika banjir tiba, Kampung Pulo Jatinegara, Kamis (20/8/15) pagi ini kembali jadi pembicaraan, bukan karena banjir tetapi rusuh warga yang menolak penggusuran.
“Ricuh nih di Kampung Pulo, warga menolak pembongkaran rumah,” ujar Diding Sugianto melalui pesan singkatnya kepada bekasimedia.
Lebih lanjut, Diding yang setiap hari berangkat dari Bekasi Barat dengan Commuterline dan bekerja di sekitar lokasi kejadian mengatakan bahwa yang pertama kali turun ke lokasi adalah Polisi Pamong Praja Pemprov DKI Jakarta, baru kemudian turun PHH dari Kepolisian.
“Awalnya yang turun Satpol PP, terus fase kedua baru PHH,” ujarnya.
Menurut Diding, sebagian warga sudah ada yang pindah ke rumah susun, namun sebagian yang lain tetap bertahan dan meminta ganti untung bangunan.
“Iya, warga yang bertahan minta ganti untung bangunan yang dirobohkan. Itu aja sih harapan warga,” imbuh Diding.
Hingga pukul 10.00 WIB, suasana masih belum terkendali. Bahkan menurut Diding, gas air mata sempat dilemparkan aparat. Selain itu, ada 1 alat berat yang dibakar warga.
“Ini masih kerasa perih matanya akibat gas air mata. Yang kena bukan hanya warga situ tapi juga yang kerja di dekat situ. Ada juga alat berat yang dibakar,” pungkas Diding. (eas)
The post Kampung Pulo Jatinegara Rusuh, Alat Berat Dibakar Massa appeared first on Bekasi Media.
Sumber Suara Jakarta