Bekasimedia – Sebuah pertandingan sepakbola yang terjadi di negara Mauritania saat pertandingan Piala Super Mauritania harus diakhiri ke adu pinalti ketika pertandingan baru berjalan hanya sampai menit ke 63 dikarenakan pemimpin negara yang hadir merasa bosan dengan jalannya pertandingan.
Presiden Mauritania, Mohamed Ould Abdel Aziz yang menjadi tamu kehormatan pertandingan yang mempertemukan FC Tevragh-Zeina dan ACS Ksar dikabarkan berperan dalam jalannya pertandingan yang berakhir aneh tersebut setelah kehilangan kesabaran akibat skot pertandingan tak kunjung berubah.
Pemimpin negara Afrika tersebut menjadi tidak sabar dengan tempo yang berjalan pada pertandingan tersebut, karena kedua klub kesulitan untuk kembali mencetak gol setelah skor bertahan pada kedudukan imbang 1-1. Bukannya menyelesaikan babak kedua dan mungkin tambahan waktu, justru pertandingan langsung diakhiri dengan adu pinalti.
Setelah memberi instruksi, wasit yang memimpin jalannya pertandingan langsung menghentikan pertandingan, dimana mengundang banyak kebingungan dari pendukung, pemain sebelum akhirnya diadakan adu pinalti antara kedua klub.
Keputusan serampangan ini menimbulkan banyak pertanyaan, dengan banyaknya warga Mauritania yang mempertanyakan keputusan serta menuntut keputusan. Tetapi setelah itu Federasi Sepakbola yang mengatur Liga Mauritania membantah keputusan itu dibuat setelah instruksi dari Presiden Abdel Aziz.
“Saya membantah semua statemen yang dibuat bahwa keputusan pada pertandingan itu dibuat atas intervensi dari Presiden, Keputusan itu berasal dari diskusi kita dengan presiden dan pelatih kedua klub yang bermain pada saat itu,” tulis Ahmed Ould Abderrahmane seperti yang dilansir oleh La Gazzeta dello Sport, Senin (30/11/15).
Pada akhirnya Tevragh Zeina menjadi pemenang Piala Super tersebut lewat adu pinalti yang penuh kontroversi itu. (frb)
The post Presiden Bosan, Pertandingan Sepakbola Ini Langsung Diakhiri Adu Pinalti appeared first on Bekasi Media.
Sumber Suara Jakarta