Bekasimedia – Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun, kabar duka kembali menyelimuti keluarga besar Nahdlatul Ulama. Wakil Ketua Umum PBNU H. Slamet Effendy Yusuf dikabarkan wafat di Bandung, Jawa Barat, pada Rabu malam, (2/12) sekitar pukul 23.00.
Dari kabar yang beredar, menurut istri almarhum, Siti Aniroh, jenazah suaminya disemayamkan di rumah duka, Perumahan Citra Gran Castle Garden Blok H-5, No 18 Cibubur, Jakarta pada Kamis mulai pukul 06.00 sampai pukul 12.00. Selanjutnya jenazah akan dimakamkan di kampung halaman almarhum, Purwokerto.
Almarhum adalah mantan Ketua Umum GP Ansor dua periode, anggota DPR RI, dan Pengurus MUI Pusat. Belum lama ini almarhum juga dipercaya sebagai Dewan Pembina Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI).
Dalam status facebook terakhirnya, beliau menulis sedang berada di Bandung mengikuti acara Tim Pengkajian Konstitusi MPR RI.
“Sejak semalam berada di Bandung ikut acara Tim Pengkajian Konstitusi MPR. Hari ini diskusi tentang Pembukaan UUD 1945. Antara lain mulai ada kesimpulan bahwa Pembukaan UUD 1945 berasal dari rumusan Mukaddimah /Preambule/ Piagam Jakarta dikurangi kalimat “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya”. ( Sayangnya saya nggak bisa saya upload gambar. Ada problem dgn hp saya. Kok huruf F di layar hilang. Ada yg bisa bantu),” tulis Kyai Slamet.
Selain itu, almarhum sedang mengamati juga perkembangan terkini Islam di tanah Sunda dan permasalahan aktual yang sedang ramai di masyarakat. “Di Bandung sempat bertemu dengan teman lama di GP Ansor Deden Kiagus Mubarok, yang sekarang aktif di PWNU Jawa Barat bersama Ketua Pagar Nusa Jabar dan seorang aktifis lainnya. Banyak ngobrol tentang Islam di tanah Sunda serta hal aktual yang lagi ramai dibicarakan termasuk salam sampiradun (sampurasun),” tulisannya.
Semoga amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT dan diampuni segala kealfaannya. Al-Fatihah..
(eas)
The post Almarhum KH Slamet Effendy Yusuf Bahas Piagam Jakarta Dalam Status FB Terakhirnya appeared first on Bekasi Media.
Sumber Suara Jakarta