Pidato Walikota Bekasi di HUT Ke-19: “Tidak Ada Warga Minoritas dan Mayoritas”

20160310173436

Bekasimedia – Semarak Dirgahayu kota Bekasi ke 19 hari ini, Rabu, (10/03) diawali dengan rangkaian acara tebar bunga di pintu keluar tol Bekasi Barat oleh Abang Mpok Bekasi, kemudian apel akbar Pemkot Bekasi di lapangan alun-alun kota dilanjutkan dengan peresmian PDAM Tirta Patriot oleh Walikota Bekasi, dan langsung dilanjutkan dengan rapat Paripurna DPRD.

Walikota Bekasi menyampaikan dalam pidatonya di gedung paripurna DPRD terkait kilas balik pembangunan di kota Bekasi sejak awal kepemimpinannya tahun 2013 hingga pertengahan kepemimpinannya tahun ini 2016. Ia berkata, atas kerjasama semua unsur pemerintahan dan DPRD dalam mengawasi jalannya pemerintahan dan pembangunan kota Bekasi banyak mendapatkan prestasi-prestasi terbaiknya dalam level daerah dan provinsi.

“Sinergitas Pemkot dan DPRD dalam membangun Kota Bekasi selama ini berjalan baik,” ungkapnya.

Pembangunan kota Bekasi, kata Rahmat Effendi didasari pada 3 Prinsip yaitu; Partisipasi masyarakat dalam mundukung pembangunan, Sustainable atau keberlanjutan program- program, pembangunan serta transparasi atau prinsip keterbukaan dan akuntabilitas.

Terkait adanya demonstrasi massa sebelumnya Walikota Rahmat Effendi menegaskan bahwa dirinya sebelumnya ditelepon menteri agama Republik Indonesia, “beliau bertanya, kenapa, sih, ada demonstrasi terhadap keyakinan beragama?”

“Saya jawab kalau Bapak mau tahu lebih, mari datang ke kota Bekasi, saya akan jelaskan duduk persoalan sebenarnya bahwa di kota Bekasi tidak ada warga minoritas dan mayoritas, yang adalah warga masyarakat,” tegasnya.

Akhir rangkaian acara Hari Ulang Tahun kota Bekasi ke 19 bermuara di lingkungan pemkot dengan gelaran acara Talkshow di Pendopo Kantor Walikota Bekasi. (dns)

The post Pidato Walikota Bekasi di HUT Ke-19: “Tidak Ada Warga Minoritas dan Mayoritas” appeared first on Bekasi Media.



Sumber Suara Jakarta

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama