Shalat Gerhana di Masjid Al Ihsan VMG 2 Tambun Utara Berlangsung Penuh Semangat Ukhuwah

image

Bekasimedia –  Masjidnya tidak sebesar masjid raya atau masjid agung lainnya, tetapi semangatnya untuk menjadi masjid yang menerapkan prinsip-prinsip manajemen masjid sebagai mana masjid pada umumnya terus-menerus dikembangkan. Jika organisasi lain ada istilah “good governance” maka di masjid ini ingin kira-kira namanya “good mosque governance”, yaitu masjid yang memadukan antara prinsip islam secara umum dengan prinsip manajemen secara khusus sehingga harapan untuk menjadi masjid yang makmur akan terwujud.

Sejak dibangun (2007) dan diresmikan (2008) masjid yang memiliki visi “Makmur dalam Ibadah, Dakwah dan Muamalah” ini memiliki moto yang tertulis langsung dalam stempel dan logonya yaitu BERIBADAH, BELAJAR, BEKERJA. Menunjukan keinginan sesuai visi yang telah digariskan. Sehingga misi dan programnya mengacu kepada visi utama tersebut.

Masjid yang dimaksud diatas adalah masjid Al-Ihsan, masjid yang berlokasi di Vila Mutiara Gading 2, tidak jauh dari perumahan Bumi Anggrek yang berlokasi di Bekasi bagian Utara. Beberapa program yang digulirkan kini terus dikembangkan terutama terkait dengan program utama sejak masjid itu digagas, yakni program pembangunan, program pemeliharaan/pemuliaaan dan program pemakmuran.

Tak terkecuali pada hari ini (09/03/16) ketika pemerintah melalui Kemenag mengumumkan akan ada gerhana matahari serta dikuatkan dengan BMKG dan Lembaga independen lainnya, Masjid yang pada tahun ini memasuki periode kepengurusan ketiga tak ketinggalan ikut serta mengadakan shalat gerhana matahari.

Bertindak selaku imam dan khatib adalah Ustadz Dimyat, S.Ag dari Yayasan Rumah Ukhuwah Indonesia (RUHI). Dalam khutbahnya ia menyampaikan 5 point utama yaitu:

1. Gerhana dan Aqidah (Keyakinan / Keimanan / Tauhid)
2. Gerhana dan Mistik (Nasib Seseorang / Suatu Kaum)
3. Gerhana dan Ibadah (Shalat, Baca Al-Qur’an dan Istighfar)
4. Gerhana dan Sikap Manusia Umumnya (Apatis/Acuh tak acuh, Peristiwa Alam Unik,Peristiwa Mistis)
5. Gerhana dan Momentum Perbaikan (Diri, Keluarga, Masyarakat, Bangsa dan Negara)

Kemudian khatib mengutip ayat Al-Qur’an dalam surat Al-Ankabut ayat 45, Surat Fushilat ayat 37 dan hadits Nabi Muhammad SAW:
   •          
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. janganlah sembah matahari maupun bulan, tapi sembahlah Allah yang menciptakannya, jika ialah yang kamu hendak sembah” (Al Fushilat ayat 37)

“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, Yaitu Al kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. dan Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan,” (Al Ankabut ayat 45)

“SESUNGGUHNYA MATAHARI DAN BULAN ADALAH DUA TANDA DIANTARA TANDA-TANDA KEKUASAAN ALLAH, GERHANA INI TIDAK TERJADI KARENA KEMATIAN SESEORANG ATAU KELAHIRAN SESEORANG, JIKA MELIHAT HAL TERSEBUT MAKA : BERDO’A LAH KEPADA ALLAH DAN SHALATLAH (DALAM HADITS YANG LAIN DISEBUTKAN : BERDOALAH KEPADA ALLAH, BERTAKBIRLAH, KERJAKANLAH SHALAT DAN BERSEDEKAHLAH” (HR. BUKHORI MUSLIM NO. 1044)

Sang khotib mengajak untuk menjadikan momentum gerhana yang jarang terjadi ini untuk menerapkan nilai-nilai ibadah shalat menjadi nilai-nilai akhlakul karimah yang tercermin diluar shalat. Jika pada saat ini ummat sedang dihadapkan pada suatu proses pemilihan pemimpin maka pemimpin yang diharapkan adalah pemimpin yang mampu menjaga shalatnya tapi juga baik akhlaknya. Ada empat tipe kepemimpinan jika kita kaitkan dengan itu :

1. Benar keyakinannya (Aqidahnya) tapi tidak baik akhlaknya, ummat tidak akan mau
2. Salah keyakinannya (Aqidahnya) dan tidak baik akhlaknya, ummat tidak akan mau
3. Salah keyakinannya (Aqidahnya) tapi baik akhlaknya, sebagian ummat mungkin ada yang mau, model seperti ini, tapi sebagian yang lain pasti tidak akan mau
4. Benar keyakinan (Aqidahnya) dan baik atau terpuji akhlaknya, nah model atau type seperti inilah yang sedang kita cari saat ini.

“Oleh sebab itu maka ramainya media sosial dengan diskusi yang terkait dengan tema-tema keagamaan tidak perlu dikhawatirkan karena saat ini memang zamannya. Yang harus diperhatikan adalah adab dan tata caranya harus sesuai dengan tuntutan agama, dengan hikmah,” lanjut Ustadz Dimyat.
  
“Semoga dengan era demokratisasi dan keterbukan informasi seperti sekarang ini menjadi sarana untuk mengembangkan dakwah Tauhid, dakwah al-Qur’an dan dakwah Akhlakul Karimah di ranah umum tak terkecuali di media sosial yang cenderung banyak digunakan untuk hal-hal yang bersifat sia-sia, sekedar hiburan atau hal-hal yang bertentangan dengan agama. Semoga harapan untuk mewujudkan masyarakat yang baik “baldatun thoyibatun warobbun ghofur” kita mulai dari momentum shalat gerhana hari ini, Wallahu a’lam,” ujar Ustadz Dimyat menutup ceramahnya. [DM].

The post Shalat Gerhana di Masjid Al Ihsan VMG 2 Tambun Utara Berlangsung Penuh Semangat Ukhuwah appeared first on Bekasi Media.



Sumber Suara Jakarta

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama