Bisa Tawar Harga, Alasan Warga Tetap Pilih Pasar Tradisional

Bekasimedia – Persaingan hidup semakin ketat di era globalisasi ini, apalagi pasar bebas ASEAN (MEA) sudah memasuki Indonesia tahun 2016 ini. Bagaimana nasib pasar-pasar di Indonesia? Apalagi pasar tradisional bagi kalangan bawah? Apa upaya yang harus dilakukan pemerintah?

Di Tambun Selatan Kabupaten Bekasi ada pasar tradisional yang cukup ramai dikunjungi masyarakat, Pasar Mini namanya. Pasar ini merupakan alternatif bagi warga yang tidak ingin ke pasar Tambun. Seperti banyak pasar tradisional, bau tidak sedap, kotoran bekas sayur berjatuhan dan berserakan di lantai tanah dekat kios sayuran pun banyak dijumpai di pasar ini.

“Iya mbak, memang pasar tradisional masih terasa bau dan kotor seperti ini,” ujar Kastinah (46) salah satu pembeli, Sabtu (21/5/16).

Memang tak bisa dipungkiri kebutuhan yang memaksakan berada di dalam keadaan itu, namun pasar tradisional pun tetap menjadi ikon yang di sukai masyarakat.
Selain itu, munculnya pasar modern saat ini yang merupakan pasar untuk kalangan menengah ke atas tidak bisa dihindari, fasilitas dan kenyamanan yang lebih baik di tawarkan kepada pembeli.

“Pasar modern memang lebih bersih, nyaman dan baik namun tidak bisa tawar-menawar sebab harga sudah pas dan dibandingkan dengan pasar tradisional lebih ekonomis di pasar tradisional karena bisa tawar-menawarlah dari segi harga, interaksi pembeli dan pedagang juga lebih harmonis,” lanjut Kastinah.

“Sekarang sih, kalau di lihat standar sih teh pelanggan tetap beli di pasar tradisional namun ada pelanggan yang lebih memilih beli di pasar dekat rumahnya, seperti pasar kaget, dan pasar pinggir jalan. Jadi, dampaknya mengurangi omset penjualan di pasar tradisional, Kalau pasar modern sih lebih ke kalangan menengah ke atas yang belinya tapi tetap pasar ini ada pengunjungnya walaupun tidak seramai dulu karena banyak saingan,” ujar pembeli lainya, Ida (28).

Masalahnya adalah roda perekonomian di setiap masyarakat yang berbeda memungkinkan suatu penilaian terhadap kualitas, fasilitas dan harga dalam memenuhi kebutuhan hidup. Kita tidak bisa menghindari hal itu walaupun begitu, pasar tradisional tetap menjadi ikon kesukaan masyarakat berbelanja. Sehingga pemerintah harus lebih memperhatikan fasilitas dan kenyamanan bagi masyarakat agar pasar tradisional tidak pernah mati di tengah hempitan perkotaan.

Vitka Lisia
Mahasiswi Politeknik Negeri Jakarta

The post Bisa Tawar Harga, Alasan Warga Tetap Pilih Pasar Tradisional appeared first on BEKASIMEDIA.COM.



Sumber Suara Jakarta

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama