Bersama gelap, ia tembus dinginnya malam. Abaikan rasa takut, juga rasa kantuk.
Bude, begitu sapaan akrab perempuan paruhbaya bernama asli Unang ini. Bude adalah salah satu pedagang buah-buahan di Pasar Kemiri, Depok. Usianya memang tak lagi muda, namun semangatnya tetap membara.
Katanya, lima belas tahun sudah ia menjadi pedagang di sini, “Uh udah lama, dari tahun berapa ituh? lima belas tahunan kali,” tuturnya setelah mengira-ngira.
Bude dikenal sebagai pedagang yang ramah di pasar ini, bukan saja ramah, tapi juga suka memberi. Seringkali Bude sengaja memberi buah-buahan lebih pada pelanggannya. Dengan maksud, agar pelanggannya merasa senang.
Dibalik sosoknya yang ramah, Bude menyimpan sejuta cerita. Cerita tentang keluarga, hingga kunci kehidupannya. Sejak dulu, ia adalah tulang punggung bagi keluarganya. Semua biaya penghidupan anak hingga tiga cucunya, Bude lah yang menanggung.
Usahanya untuk memenuhi tanggung jawab begitu besar. Jika jam menunjukkan tepat pukul 21.30, Bude segera bergegas. Bukan untuk memejamkan matanya di kasur yang nyaman, melainkan untuk berbelanja buah-buahan segar dengan kualitas baik di Pasar Induk.
Setelah berbelanja, ia segera datangi lapaknya untuk memulai menjajakkan dagangannya hingga siang tiba.
Walau hidupnya terasa melelahkan, Bude tetap menikmati kehidupannya sembari hidupi keluarganya “Semua emang tanggung jawab saya, yang di Jawa, yang di sini, tapi Alhamdulillah bude dikasih sehat sama Allah, dikasih rejeki berkah-barokah. Modalnya gitu aja, kalo kita sabar tawakal Insha Allah ketemu jalannya,” tukasnya.
Usia senja bukan penghalang, bukan pula penghalang bagi Budi untuk terus letupkan semangat mencari rezeki yang halal.
***
Juliana Pratiwi
Mahasiswa Jurnalistik, Politeknik Negeri Jakarta
The post Bude, Pilih Keluar Malam Demi Uang appeared first on BEKASIMEDIA.COM.
Sumber Suara Jakarta