Bekasimedia – Segala macam aktivitas terjadi di tempat ini tanpa kenal waktu. Pagi, siang, sore hingga malam, tempat ini selalu ramai, terutama dalam hal jual-beli dan tawar-menawar. Ya, tidak lain tidak bukan, tempat tersebut adalah pasar.
Salah satunya adalah Pasar Pondok Gede yang berlokasi di Jalan Raya Pondok Gede Bekasi. Pasar tersebut seakan-akan tidak pernah mati. Selalu saja ada kegiatan yang terjadi di sana. Karena lokasinya yang memang sangat strategis, juga banyak dilalui kendaraan, menjadikan pasar tersebut tujuan utama masyarakat Pondokgede dan sekitarnya. Makanya, tidak heran jika selalu terjadi kemacetan di sekitar lokasi pasar tersebut.
Selain menyebabkan kemacetan akibat orang yang berlalu-lalang, angkutan umum yang berhenti sembarangan juga menjadi salah satu penyebabnya. Tetapi, memang hanya itu transportasi yang dapat diakses menuju pasar selain menggunakan ojek. Rata-rata penumpang yang naik ataupun turun merupakan para pedagang yang hendak menata lapaknya serta dagangannya. Karena jumlahnya yang tidak sedikit dan berat, angkutan umumlah yang menjadi solusinya.
Selain orang yang berlalu-lalang dan angkutan umum, terkadang ada juga beberapa pedagang yang antara sengaja dan tidak sengaja membuka lapak jualannya persis di pinggir jalan. Akibatnya, arus lalu lintas menjadi tersendat. Belum lagi jika ada mobil-mobil pengangkut sayuran yang berhenti dan parkir seenaknya. Walaupun sudah ada beberapa tukang parkir yang berjaga di sana, kemacetan tetap saja terjadi.
Namun di sisi lain, walaupun lokasi Pasar Pondok Gede yang persis berseberangan dengan pasar swalayan modern, bukan berarti Pasar Pondokgede sepi dari pembeli. Apalagi kita tahu jika kebutuhan masak-memasak sebagian besar dapat dengan mudah kita peroleh jika kita membelinya di pasar. Selain lengkap, kita juga masih bisa menawar dengan harga semurah mungkin.
Namun, tidak semua harga bisa kita tawar, sebut saja Begeng, pedagang kelapa parut yang mengaku sudah berjualan di pasar ini sejak 1993, jarang mendapati pembelinya yang menawar. “Ini satunya tujuh ribu,” ujarnya. Menurutnya, harga tersebut sudah sangat murah. Tidak hanya menjual kelapa, Begeng juga menerima jika ada pembeli yang ingin memarut kelapa ataupun singkong tanpa harus membayar alias gratis.
Seperti salah satu pelanggan setia Begeng, yang biasa dipanggil Emak, selalu datang hanya untuk memarut singkong yang sudah dibelinya di tempat lain. Hasil parutannya, akan diolah lagi untuk bahan dagangannya.
Memang, tidak dapat dipungkiri keberadaan pasar sangat dibutuhkan sebagian besar orang. Meskipun sering timbul bau yang tidak sedap, kondisi jalannya yang terkadang becek hingga banyak copet, pasar tetaplah menjadi tempat belanja favorit terutama bagi ibu rumah tangga. Karena hampir semua kebutuhan rumah tangga dapat kita temukan. Mulai dari bumbu dapur, perabotan rumah tangga hingga alat elektronik.
Adam Prianugraha
Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta
The post Pasar Pondokgede, Penyebab Kemacetan Namun Menjadi Andalan appeared first on BEKASIMEDIA.COM.
Sumber Suara Jakarta