Bekasimedia – Semakin gerah dengan janji manis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, ribuan warga Villa Nusa Indah I, II, dan III di Desa Bojong Kelur, hari ini (22/5) menggalang petisi. Petisi ini dilakukan sebagai bentuk keseriusan mereka yang ingin pindah ke Kota Urban sebelahnya, yakni Kota Bekasi.
Cucu, salah seorang warga yang ikut menandatangani petisi di atas kain putih itu, sejak tahun 2002 silam, merass keberadaan warga Desa Bojong Kelur sangat minim perhatian dari Pemkab Bogor. Perbaikan jalan serta banjir yang menjadi problem berkepanjangan di perumahan Villa Nusa Indah, kata dia, selama ini sudah cukup dikelola secara mandiri oleh warga.
“Kami sejak tahun 2002 lalu, menangani masalah banjir dan jalan rusak di sini selalu gotong royong alias patungan antar warga lainnya. Waktu itu memang pernah banjir di sini, Pemkab hanya mengirimkan bantuan untuk menyemprot lumpur yang ada di jalan, perbaikan yang kami minta tidak pernah terealisasi,” katanya saat ditemui di lokasi penggalangan tanda tangan, di Desa Bojong Kelur, Minggu (22/5).
Cucu juga mengatakan, keseriusan warga yang ada di sini tidak untuk mengancam, melainkan kebulatan tekad untuk pindah menjadi warga Kota Bekasi, “kami serius ingin pindah menjadi warga Kota Bekasi. Kami melihat, Pemerintah Kota Bekasi cepat tanggap dengan problem warganya. Sementara, akses kami untuk mengurus pelayanan kependudukan juga sangat dekat ke Kota Bekasi,” tegas Cucu.
Sementara itu, Kepala Desa Bojong Kelur, Firman Ryansyah mengatakan, 19 SKPD Pemkab Bogor akan mengunjungi dan memantau langsung keadaan warga Villa Nusa Indah di Bojong Kelur. Hal itu ia sampaikan atas instruksi dari Bupati Bogor, Nurhayanti.
“Sesuai perintah Bupati, besok, Senin, 19 SKPD akan turun langsung ke sini (Villa Nusa Indah) untuk memantau keadaan yang dikeluhkan warga di sini,” ungkapnya.
Ia tidak ingin berandai-andai keadaan yang dikeluhkan warganya bisa segera teratasi. Menurutnya, jika memang untuk kepentingan warga, tidak butuh waktu satu minggu untuk menyelesaikan masalah yang terjadi saat ini.
“Tidak usah berandai-andai, kami warga Bojong Kelur berharap, Bupati dapat merespons langsung yang dikeluhkan warga Bojong Kelur. Jangankan 7 hari, kalau bisa harus sesegera mungkin merespons positif dengan tindakan-tindakan yang nyata,” kata Firman.
Firman juga mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Walikota Bekasi, Rahmat Effendi yang berempati dengan keadaan warga di Bojong Kelur saat ini. Selain itu ia juga meminta, agar Pemerintah Kota Bekasi dapat membantu mengawasi bangunan-bangunan yang ada di bantaran sungai untuk ditertibkan.
“Kami sangat berterima kasih kepada Walikota Bekasi, atas rasa empatinya. Namun kami juga berharap agar Pak Wali dapat membantu mengawasi dan menertibkan bangunan-bangunan tanggul yang tidak sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan Kementerian PU, agar segera dinormalisasi, supaya penyempitan sungai Cikeas dan Cileungsi yang menyebabkan banjir itu tidak menjadi bagian di desa kami,” pungkasnya. (Alf)
The post Warga Bojong Kelur Tandatangani Petisi Agar Bisa Pindah ke Kota Bekasi appeared first on BEKASIMEDIA.COM.
Sumber Suara Jakarta