Bekasimedia – Pasangan muda pengelola Rumah Singgah Anak Jalanan Cahaya Anak Negeri (CAN) Bekasi ini tak pernah kehilangan semangat untuk memandu binaannya menemukan kehidupan yang lebih baik. Dari segi pendidikan, spiritual maupun hal lainnya.
Ya! Nadiah Abidin dan Andi Suhandi, Rabu (22/6/16) malam terlihat sibuk menghubungi sahabat-sahabatnya, mereka yang membantu menjadi relawan di Cahaya Anak Negeri. Nadiah sibuk mencari pinjaman kemeja putih, celana hitam dan sepatu kulit yang pas, semuanya berjumlah 2 pasang. Apa pasal?
Ternyata Nadiah dan Andi sedang disibukkan karena 2 anak binaannya akan diwisuda di Gedung Kantor Pusat PLN, Blok M Jakarta setelah menempuh pendidikan di Kampus Rumah Gemilang Indonesia.
“Ada 2 anak, Karto Wijaya jurusan videografi dan fotografi (17 tahun) dan Ferry Kurniawan jurusan teknik komputer jaringan (20 tahun),” ujar Nadiah sumringah.
Nadiah bercerita, pendidikan Karto (Anto) dan Ferry bermula dari curahan hati keduanya. Anto ingin jadi kameramen, sementara Ferry ingin jadi orang sukses. Apa saja yang ada hubungannya dengan komputer atau sepeda motor. Dari sini, muncul ide untuk mencari kesempatan itu.
“Setelah mencari ke sana-sini, akhirnya dapat satu tempat yang menawarkan kemungkinan belajar sebagai kamerawan, ahli komputer, dan otomotif. Tempat itu adalah Kampus Rumah Gemilang Indonesia,” kisahnya.
Setelah mempelajari ketentuannya, ungkap Nadiah, Anto dan Ferry mulai mengisi aplikasi dan latihan wawancara. Tes masuk terbagi dalam beberapa tahap. Ada Pemeriksaan dokumen administratif, wawancara, tes tulis, dan tes baca Al Quran.
“Dengan hati deg-degan kami menantikan hasilnya. Alhamdulillah. Anto dan Ferry berhasil terpilih menyisihkan lebih dari 300 kandidat yang berasal dari sepenjuru tanah air. Anto masuk jurusan Fotografi dan Videografi. Ferry masuk jurusan Teknik Komputer Jaringan dan Desain Web. Masing-masing kelas hanya menerima 20 orang,” tambah Nadiah.
Nadiah berharap, dengan sertifikat dan keahlian ditangan. Kedua anak binaannya ini memiliki masa depan yang lebih cerah.
“Di RGI, mereka juga mendapatkan sesi magang. Alhamdulillah hasilnya juga bagus. We know you can do it. Semangat dan Selamat!” pungkas Nadiah.
Rumah Gemilang Indonesia sendiri adalah program pemberdayaan Al-Azhar Peduli Ummat, RGI mengadopsi platform pesantren, tapi fokus pada penyelenggaraan pendidikan non formal dalam kemasan short course (kursus singkat). Jurusan pelatihan di RGI terbagi dalam 6 jurusan, diantaranya: desain grafis, fotografi dan video, desain dan tata busana, aplikasi perkantoran, teknik komputer jaringan dan desain web, serta otomotif. (eas)
The post 2 Anak Asuh Rumah Singgah CAN Diwisuda di Rumah Gemilang Indonesia appeared first on BEKASIMEDIA.COM.
Sumber Suara Jakarta