“Lost World”: Petualangan Menjelajah ke dalam Replika Perut Bumi di Summarecon Mal Bekasi

Bekasimedia- Bumi secara umum terdiri dari batuan dan lautan. Terdapat banyak tempat tersembunyi yang dapat dijelajahi untuk menemukan rahasia dan keindahan di dalam bumi. Wahana bertajuk “Adventure to The Center of The Earth – Lost World” ini akan mengajak para pengunjung untuk berperan layaknya seorang petualang bawah tanah yang mengeksplorasi keindahan dalam perut bumi.

Wahana yang dibuka dalam rangkaian musim liburan sekolah ini berlangsung mulai 18 Juni – 18 September 2016. Berlokasi di lantai 1 Summarecon Mal Bekasi, wahana dibuka setiap hari mulai dari pukul 11.00-22.00 WIB dengan harga tiket masuk Rp 30.000,-.

Dengan luas area mencapai 800 m2, wahana ini akan dibuat layaknya sebuah perjalanan untuk menemukan jalan keluar dari dalam perut bumi. Terbagi menjadi 12 area yang harus dilalui oleh pengunjung sampai menemukan jalan keluar.

Wahana ini dibuat dengan memanfaatkan keindahan dekorasi, bentuk dimensi hingga berbagai permainan yang mengasah ketangkasan pengunjung dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi sehingga membuat petualangan terasa semakin nyata.

Willy Effendy selaku GM Operation Summarecon Mal Bekasi mengatakan, “rangkaian Adventure The Center of The Earth–Lost World menjadi rangkaian wahana permainan yang dibuat rutin setelah sukses dengan petualangan sebelumnya yaitu The Adventure of Human Body. Melalui wahana ini, pengunjung tidak hanya diajak berpetualang, tetapi juga mengerti bagaimana bentuk lain bumi yang biasa kita lihat di bagian permukaan. Hal ini diharapkan dapat memberikan edukasi yang menarik bagi pengunjung Summarecon Mal Bekasi.”

Petualangan Ke Perut Bumi

Petualangan dimulai ketika pengunjung memasuki pintu gerbang dengan dekorasi bebatuan dan kayu layaknya menuju ke ruang bawah tanah. Pertama, pengunjung akan memasuki area The Pit yang merupakan jalan pengangkutan hasil pertambangan. Memasuki area ini pengunjung harus berhati-hati karena akan diajak masuk ke dalam lubang yang membawa untuk masuk ke bagian bumi yang lebih dalam.
Setelah menuruni anak tangga pada lubang tersebut, pengunjung akan memasuki area Mining Train yang terbengkalai berisi kereta yang dahulu digunakan untuk mengangkut hasil tambang dan sisa-sia hasil pertambangan. Keluar dari area Mining Train, kali ini pengunjung akan memasuki Crystal Cave. Di dalam goa ini, akan banyak dijumpai bongkahan kristal yang merupakan salah satu jenis batuan dari dalam perut bumi. Selanjutnya, pengunjung juga akan melihat replika stalagmit dan stalagtit yakni kumpulan kalsit (kalsium karbonat) dari air yang menetes bercampur mineral yang membeku.

Petualangan semakin seru di area Rock Climbing, di mana pengunjung akan diajak untuk memanfaatkan ketangkasan fisik dengan merangkak menaiki tali dan berjalan di atas jembatan untuk bisa menyusuri area selanjutnya yaitu Mouse Tunnel. Pada area ini pengunjung diajak menyusuri jalan sempit dan kecil layaknya lorong yang biasa dilewati oleh tikus.

Tidak berhenti sampai di situ, area selanjutnya adalah Hanging Bridge dimana untuk melewatinya pengunjung harus berpijak pada jembatan kayu. Untuk itu, keseimbangan dan kehati-hatian akan diperlukan untuk dapat melaluinya. Sembari menyusuri jembatan, pengunjung juga disuguhkan replika air terjun dengan memanfaatkan video mapping untuk menghasilkan gambaran yang menyerupai aslinya.

Petualangan semakin mendebarkan ketika memasuki Trap Room yang dibuat menyerupai ruangan kerja bagi mandor tambang yang penuh dengan teka-teki. Kemampuan berpikir cepat diperlukan untuk menemukan jawaban dari setiap petunjuk agar bisa menemukan pintu keluar. Perjalanan dilanjutkan menuju Lost City, sebuah kota hilang yang berada jauh di dasar laut Atlantis. Untuk dapat keluar dari area ini, terlebih dahulu pengunjung diharuskan melewati area Stepping Stone atau bebatuan bergoyang. Dalam area ini, pengunjung akan melewati batu-batu untuk berpijak agar tidak terjatuh ke bawah dengan menjaga keseimbangan saat berpijak. Bantuan tali dipersiapkan untuk membantu pengunjung melewati wahana ini.

Usai di stepping stone, pengunjung akan kembali di uji fisik dan mental di area Labirin. Berbagai alternatif pintu disiapkan dengan tingkat kesulitan dan medan petualangan yang berbeda-beda, namun kesemuanya bermuara di wahana terakhir berupa wahana Trick Art. Di dalam area ini, pengunjung dapat bersantai sejenak sambil mengabadikan foto karena terdapat kreasi seni dengan efek lukisan yang terlihat begitu nyata.

Rangkaian wahana ini dapat dinikmati dengan durasi sekitar 30 menit. Karena menekankan pada permainan fisik dan ketangkasan, pengunjung dengan usia dibawah 10 tahun diwajibkan untuk didampingi dengan orangtua ataupun orang dewasa.

Selain wahana baru yang spektakuler tersebut, Summarecon Mal Bekasi menyajikan banyak lagi spot-spot menarik seperti The Downtown Walk juga Bekasi Food City. (*)

The post “Lost World”: Petualangan Menjelajah ke dalam Replika Perut Bumi di Summarecon Mal Bekasi appeared first on BEKASIMEDIA.COM.



Sumber Suara Jakarta

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama