Makanan dan Minuman Manis Sebabkan Gigi Berlubang?

Bekasimedia – Bagi sebagian kaum awam, gigi berlubang sangat erat kaitannya dengan makanan dan minuman tinggi glukosa atau manis. Meski demikian, mereka yang membuat pernyataan tersebut belum bisa menjelaskannya secara ilmiah. Jika dikaji secara ilmiah, makanan dan minuman manis tidak bisa dikategorikan sebagai akar dari kerusakan pada gigi.

“Lubang pada gigi terjadi karena banyak mengonsumsi makanan manis,” ujar Martini Indah Utami, mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta. Wanita yang akrab disapa Tami itu mengaku saat ini ada satu giginya yang berlubang sejak satu tahun belakangan. Meski telah membersihkan rongga mulutnya sebanyak dua kali dalam sehari, Tami bingung bagaimana giginya bisa berlubang.

Tami juga menuturkan, ia termasuk salah satu pecinta makanan dan minuman manis. Makanan apapun yang ia makan, harus memenuhi standar kemanisan yang sesuai dengan seleranya. Bahkan lauk-pauk yang ia santap dengan nasi setiap hari pun harus memenuhi syarat tersebut.

Dengan kata lain, mahasiswa Jurusan Akuntansi itu mengklaim makanan dan minuman manis merupakan penyebab utama gigi berlubangnya. Tami melanjutkan, mempunyai lubang pada gigi membuatnya tak lagi bisa menikmati makanan-makanan manis. Rasa ngilu yang muncul ketika gigi berlubangnya mengoyak-oyak makanan, memaksa wanita kelahiran Bekasi dua puluh tahun lalu itu menghentikan kecanduannya.

Selain itu, sakit gigi yang kerap hadir secara tiba-tiba semakin memperburuk kesehatan mulutnya. Namun demikian, Tami belum berniat memeriksakannya gigi berlubangnya ke dokter gigi lantaran nyalinya selalu saja menciut ketika mendengar kata “dokter gigi”.

**

Lalu bagaimana pandangan dokter gigi terhadap penyakit yang menggerogoti gigi ini? Menurut drg. Eka Rita Hanriany, makanan dan minuman manis hanya salah satu dari sekian banyak penyebab gigi berlubang. Ia menekankan, makanan manis tidak menjadi masalah untuk kesehatan mulut. Menurut dokter Eka, ada faktor lain yang perlu menjadi perhatian, yaitu kebiasaan menyikat gigi setelah makan makanan manis pun tidak.

“Konsumsi makanan dan minuman manis yang tidak disudahi dengan membersihkan gigi akan menyebabakan gigi berlubang,” ungkap ibu dua anak itu. Membersihkan gigi dengan menyikatnya setelah makan sangat besar manfaatnya untuk kesehatan mulut dan gigi. Selain terhindar dari bau kurang sedap, gigi pun akan selalu berada pada keadaan bersih.

Kebiasaan membersihkan gigi setelah makan tampaknya selalu luput dari pemahaman masyarakat luas. Sehingga mereka menganggap sisa makanan manis yang mereka makanlah yang menjadi sebab gigi berlubang nomor wahid. Padahal, tidak hanya yang manis-manis, semua jenis makanan berpotensi memicu lubang pada gigi.

Namun bagaimana makanan dan minuman manis kerap dikambinghitamkan ketika gigi berlubang? Jika dibandingkan dengan makanan rendah glukosa, makanan manis lebih mudah mengakumulasi jumlah bakteri jahat penyebab gigi berlubang. Itulah mengapa makanan manis selalu disalahkan sejumlah penderita gigi berlubang.

Akan tetapi, bila sudah menyikat gigi tiap usai makan, apakah gigi sudah terhindar 100% dari kuman penyebab gigi berlubang? Sekalipun menyikat gigi berulang-ulang setelah makan, jika cara menyikatnya tidak tepat akan sia-sia. Sisa makanan yang tidak terangkat atau terjebak di antara sela gigi akan menumpuk dan membentuk masalah mulut yang berujung pada gigi berlubang.

Menyikat gigi dengan tepat dan benar adalah satu-satunya cara yang dapat dilakukan diri sendiri untuk mengurangi risiko lubang pada gigi. Untuk itu perlu diketahui cara menyikat gigi yang baik dan benar, agar kegiatan menyikat gigi dapat dirasakan manfaatnya secara optimal.

Setelah gigi disikat dengan cara yang tepat, apakah kemungkinan gigi berlubang masih ada? Struktur gigi setiap orang berbeda, ada yang tersusun rapih dan tidak. Bagi yang tidak, bagaimana pun gigi dibersihkan, sisa makanan cenderung akan sulit dibersihkan secara menyeluruh.

Untuk kasus seperti ini, ada ajuran tambahan selain hanya menjaga dan merawat kesehatan gigi, yaitu membersihkan sela-sela gigi menggunakan floss usai menyikat gigi, berkumur dengan obat kumur, dan rutin memeriksakan gigi ke gigi dokter gigi setiap enam bulan sekali.

***

Lubang pada gigi merupakan proses pembusukkan yang disebabkan oleh karies gigi. Karies gigi ialah penyakit infeksi yang merusak struktur gigi sehingga menyebabkan lubang pada gigi. Infeksi ini terjadi karena adanya kuman dalam rongga mulut.
“Dalam rongga mulut terdapat salah satu jenis kuman yang menjadi penyebab kerusakan gigi. Dalam dunia kedokteran, kuman ini dikenal dengan nama ilmiah Streptococcus Mutans. Namun jangan khawatir, karena kuman  ini  ada pada rongga mulut semua orang,” tambah dokter Eka.

Hal itu menjadi masalah ketika Streptococcus Mutans bertemu dengan sisa makanan di dalam mulut. Pada saat itu kuman berkembang aktif mengubah glukosa dan karbohidrat pada sisa makanan menjadi asam melalui proses fermentasi. Asam inilah yang kemudian merusak struktur gigi secara perlahan.

Hal itu diperparah dengan bakteri dan plak yang bekerja tiap 20 menit setelah makan. Pada tahap ini, asam pada plak akan terus merusak struktur hingga ke lapisan yang lebih dalam, yakni dentin. Jika dibiarkan, infeksi akan membetuk lubang pada gigi dan jika tidak segera ditindak akan terjadi penanggalan pada gigi. Lalu lubang akan terus bertambah kedalamannya sehingga kuman dapat menyerang bagian-bagian vital rongga gigi dengan mudahnya.
Fenomena ini kerap diabaiakan penderita gigi berlubang, misalnya Tami. Padahal, akibat yang dapat ditimbulkan dari lubang pada gigi sangat mengancam dan berbahaya. Tidak tanggung-tanggung, penyakit yang dapat ditimbulkan dari gigi berlubang mampu mengakibatkan kematian. Dengan demikian, kesadaran untuk mencintai diri sendiri penting sehingga kualitas hidup yang lebih baik bisa dimiliki siapa saja.

Putri Lestari
Mahasiswi Politeknik Negeri Jakarta

          

The post Makanan dan Minuman Manis Sebabkan Gigi Berlubang? appeared first on BEKASIMEDIA.COM.



Sumber Suara Jakarta

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama