Ramadhan Bulan Dikabulkannya Doa, Mari Manfaatkan!

Bagi orang yang beriman kepada Allah dan apa-apa yang difirmankannya di dalam kitab suci Al-Quran, dan dikabarkan oleh RasulNya yang terakhir Nabi Muhammad SAW, keindahan Ramadhan tidak hanya dari sisi fisik dan materi semata, tapi keindahan itu terlihat dari kacamata batinnya. Memang dalam taksonomi psikologi kebutuhan manusia, kebutuhan spiritual menempati posisi yang paling tinggi, yang paling dasar kebutuhan asasi manusia adalah kebutuhan fisik atau materi.

Maka sangatlah masuk akal jika Syaikhul Islam Imam Al-Ghozali membagi orang yang berpuasa kepada tiga golongan sesuai tingkatan atau maqomnya; pertama puasanya orang awam, kedua adalah puasa orang khusus, dan ketiga adalah puasa khusus bil khusus.

Puasa Ramadhan yang kita lakukan dalam Al-Quran rujukannya sangat jelas dan fokus hanya terdapat pada surat Al-Baqarah (2) ayat 183-188. Inilah salah satu rahasia keutamaan Ramadhan selain rahasia keutamaan lainnya, jika seseorang ingin mencari referensi tentang puasa Ramadhan, semua pasti tertuju pada ayat tersebut diatas.

Sangat komprehensif dan lengkap sekali meskipun bersifat umum, padat dan gamblang  Allah menjelaskan dalam rangkaian ayat-ayat Puasa Ramadhan tersebut. Salah satunya adalah terkait dengan Doa kita di bulan yang mustajab (diijabah/dikabulkan) ini.

Maka Ramadhan sebagai bulan ibadah seharusnya kita manfaatkan betul setiap momentum yang ada baik di siang harinya atau di malam harinya untuk bermunajat kepada Allah. Selain karena doa adalah merupakan bukti ketauhidan kita kepada Allah, doa merupakan pengakuan Kemahakuasaan Allah dan doa merupakan tanda kita sebagai manusia tidak memiliki kekuatan apa-apa kecuali kekuatan yang datangnya dari Allah SWT.

Selain itu doa juga merupakan coor atau sumsum nya ibadah kita kepada Allah sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah : ” الدعاء مخل العبادة ” atau “الدعاء روح العبادة ” artinya yaitu doa adalah perkara yang inti dari ibadah. Bisa kita perhatikan bagaimana setiap amalan ibadah mahdhoh atau ghoiru mahdhoh selalu ada terselip doa di dalamnya.

Dalam Hadits Qudsi Allah SWT berkata :

الصوم لي وانا اجزي به…

“Puasa adalah untuk-Ku dan hanya Akulah yang akan membalas puasa tersebut”.

Sejalan dengan hadits di atas Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Baqarah (2) ayat 185 :

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

Adab dan tata cara berdoa juga kita adalah kita memanggil-Nya atau menyebut amaul husna-Nya. Salah satu asmaul husna adalah Al-Ghofur dan At-Tawwab. Sehingga mengingatkan kita juga kepada salah satu asma-Nya yaitu الوهاب… Yang Maha Pemberi.

Firman Allah SWT QS. Al-A’raf (7) ayat 180 :

وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ فَادْعُوهُ بِهَا ۖ وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ ۚ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.

Tujuan atau goal yang diharapkan dari amaliah Ramadhan adalah sangat jelas, yaitu :

لعلكم تتقون….
لعلكم تشكرون….
لعلكم يرشدون….

Agar kalian menjadi orang yang bertaqwa…

Agar kalian menjadi orang yang diberi petunjuk…

Agar kalian menjadi orang yang bersyukur…

Ketiga sifat di atas tercermin dari doa yang selalu kita panjatkan.

Dalam riwayat lain diceritakan sesungguhnya sangat malu jika seorang hamba berdoa menengadahkan tangan lalu dia kembali tanpa mendapatkan apa-apa. Makanya Allah tegaskan dalam ayat-Nya surat Al-Mu’minuun dari awal sampai rangkaian ayat berikutnya :

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ

Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,

Dan seterusnya sampai ayat yang ke-10 lalu Allah nyatakan dalam Ayat selanjutnya (ayat ke-11) yaitu :

أُولَٰئِكَ هُمُ الْوَارِثُونَ

Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi,

الَّذِينَ يَرِثُونَ الْفِرْدَوْسَ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

(yakni) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.

Bahwa surga Firdaus ini diwariskan untuk orang yang beriman dan bertaqwa. Oleh karenanya doa yang kita panjatkan jangan ragu dan jangan tanggung-tanggung karena Allah Maha Tahu apa yang kita lakukan harapkan dan inginkan.

Agar doa-doa yang kita panjatkan dikabulkan kita harus terlebih dahulu memohon ampun dan taubatan nasuha terlebih dahulu. Taubat Nasuha akan mendatangkan 3 keuntungan sebagaimana dalam QS. Atahrim ayat 8

1. Menutupi/menghapus dosa-dosa kita
2. Mamasukkan hambanya kpd surga
3. Diberikan cahaya baginya di akhirat kelak.

dalam ayat lain kita diajarkan dg doa nabi Sulaiman untuk diberikan kerajaan, kekuasaan dan kemuliaan hidup kita di dunia dan akhirat.

Banyak kisah lainnya baik dari doa-doa para nabi dan rosul yang diabadikan dalam Al-Quran, doa para sahabat tabiin tabiut tabiin serta salafus shaleh  yang diamalkan sampai saat ini dan masih banyak lagi kisah nyata lainnya tentang keajaiban muslim dan mukmin dalam berdo’a…

والله اعلم …..
اللهم تقبل دعاءنا….
يا موجب السألين…
اللهم امين

Diresume dari Qultum menjelang buka oleh Ustadz Affanda Kristaldi

Bekasi, 19/06/16

@dimyat1

Mohon maaf jika catatannya ada yang kurang atau terlewat karena maklum menyimak sambil mencatat, mencatat sambil menyimak.

The post Ramadhan Bulan Dikabulkannya Doa, Mari Manfaatkan! appeared first on BEKASIMEDIA.COM.



Sumber Suara Jakarta

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama