Sabtu pagi jelang adzan subuh di musholla, saya sempat membuka dan melihat pesan yang masuk di telepon genggam, siapa tahu ada pesan berita penting, utamanya pemberitaan tentang vaksin palsu yang memang sedang marak di negeri Bekasi dan Indonesia. Pas buka Whatsapp yang muncul justru 2 link berita dari seorang teman. Link berita itu mengutip kantor berita asing. Berbahasa Inggris.. “Military coup: turkish army takes control of the country..Erdogan..dan seterusnya”.
Masih baca pesan whatsapp, bunyi “tok..tok..tok” terdengar dari musholla depan rumah, itu bunyi jari telunjuk yang menekan mikrofon, tandanya sudah ada Pak Jimun atau Pak Kiswanto yang mau adzan. Kesimpulannya, saya masih bisa baca pesan whatsappnya karena sudah ada tetangga yang bangun lebih dulu untuk adzan di musholla. Alhamdulillah…!
Coup itu bukankah berarti kudeta? Ada apa dengan Turki? Bukankah Turki dengan dipimpin Presiden Erdogan sedang bagus-bagusnya. Ekonomi, pariwisata, dan seterusnya, lalu kenapa harus ada kudeta?
Di lemari saya, ada buku “Inspirasi Turki Untuk Indonesia, Renovasi Negeri Madani”, karya Arya Sandhiyudha, orang Indonesia yang mengambil gelar doktor di negerinya Erdogan. Buku itu bertanda, dibeli di Gramedia pada 10 Januari 2014. Namun dengan keterbatasan waktu membaca buku karena terlalu banyak membaca status facebook dan stalking akun-akun twitter yang suka twitwar, maka hingga Juli 2016 ini buku itu belum selesai dibaca. Padahal maksud dan tujuan saya membeli buku itu pada tahun 2014 adalah rasa penasaran terhadap Erdogan dan AKP atau Partai Keadilan dan Pembangunan.
Penasaran saya terhadap Erdogan juga muncul karena banyak teman-teman di media sosial yang ngefans berat dengan tokoh dunia yang satu ini. Banyak diantara teman-teman yang sering nge-share keberhasilan Erdogan mengelola Turki, bahkan terkadang teman-teman saya itu membandingkan Erdogan dengan pemimpin di negeri ini. Negeri Bekasi, juga Indonesia.
Kepada teman-teman yang suka banget dengan Erdogan, saya punya komentar yang belum sempat tertuliskan, “Iya.. gw ngerti Erdogan itu hebat! Bisa membawa Turki jauh lebih baik, Namun alangkah lebih hebat lagi kalau kita bisa mewujudkan kehebatan itu disini!”
Penasaran lainnya adalah, Turki itu sekuler banget kan ya. Sejak kekhalifahan Turki Ustmani runtuh pada 1928, dari tulisan-tulisan yang saya baca, segala bentuk simbol-simbol Islam dilarang, dihilangkan dan sejenisnya. Terus bagaimana Erdogan dan AKP membangun kembali urat nadi yang hilang itu, sedikit demi sedikit?
Saya penasaran…Seperti kata Bang Haji Rhoma Irama, “Sungguh mati aku jadi penasaran!”
Bagaimana Erdogan bisa dicintai sedemikian hebat oleh rakyatnya hingga mampu menggagalkan kudeta? Terus sebelum Erdogan seperti sekarang, bagaimana dia menumbuhkan cinta rakyat itu tahap demi tahap?
Bagaimana Erdogan dan AKP bisa memenangi pemilu? Kekuatan uang buat isi amplopkah, mampu mencetak banyak kaos buat kampanye kah, bisa pasang iklan di TV kah, boyong artis sinetronkah atau punya tim socmed semacam Jasmev kah? Atau ada strategi lain yang tak biasa dan tidak dikenal di negeri ini?
Bagaimana Erdogan dan AKP menjalin komunikasi politik dengan kawan maupun lawan politik?
Bagaimana Erdogan dan AKP bisa dikenal masyarakat dan tidak dianggap asing di Turki? Misalnya dianggap “wahabi” atau sejenisnya?
Bagaimana Erdogan dan AKP ketika belum besar seperti sekarang, menyikapi gangguan-gangguan dari luar partai, seperti sorotan media dan pihak lain yang ingin menjatuhkan.
Bagaimana kader-kader AKP ini bisa sabar, menurut, seiring sejalan dengan target dan strategi politik yang dicanangkan partainya?
Ah Erdogan, Kamu makin bikin aku tambah penasaran!
Penasaran ingin tahu strategimu hingga bisa dicintai rakyat seperti sekarang!
Kalau boleh tahu strategimu dan kader partaimu seperti apa, bolehlah juga dibagi dan dipelajari oleh para pemimpin nasional, pemimpin daerah atau kader-kader partai yang ingin berkhidmat mengabdikan diri di negeri, ini biar Indonesia ini keren seperti anda dan Turki!
Enjang Anwar Sanusi
Twitter @enjang_as tapi jarang ngetwit, gak punya fanspage facebook!
The post Erdogan, Sungguh Mati Aku Jadi Penasaran! appeared first on BEKASIMEDIA.COM.
Sumber Suara Jakarta