BEKASIMEDIA.COM – M. Syachrie Oemar (65), peserta Aksi Bela Islam II yang meninggal di RS Gatot Subroto pada Jumat (4/11/16) malam, setelah terkena gas air mata, ternyata seorang guru ngaji di lingkungan rumahnya.
Informasi yang didapatkan bekasimedia, jenazah akan dimakamkan siang ini di TPU Binong Permai Kabupaten Tangerang.
Dilansir okezone, Saat jenazah Syachrie tiba di rumah duka di Perumahan Binong Permai Blok F 14 no 24, Rt 07/07, Kelurahan Binong, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, istrinya bernama Herlina langsung menangis dan sempat pingsan.
“Beliau seorang guru ngaji dan tokoh agama di lingkungan ini. Jadi kami sangat kaget dan kehilangan saat mendengar kabar kalau ustadz menjadi meninggal ketika aksi 4 November kemarin,” jelas kerabatnya bernama Mandra.
Kerabatnya yang lain, Gegie Gantrina menjelaskan melalui Akun media sosial facebooknya perihal kronologis kejadian meninggalnya Syachrie.
“Innalillahi wainnailaihi roojiun. Telah berpulang ke rahmatullah, ayahanda kami M.Syachrie Bin Umar. Beliau salah satu jama’ah aksi damai 4 November, meninggal di RSPAD Gatsu setelah dievakuasi dari Monas sekitar pukul 8.30 PM, menurut saksi ditempat kejadian beliau sesak nafas karena terkena gas air mata, semoga niat beliau untuk berjihad menjadikannya Khusnul Khotimah, Yaa Allah semoga almarhum diterima iman islamnya, diberikan tempat mulia di sisiNya, diampuni segala dosanya. Allahumaghfirlahu warhamhu waafihi wafuanhu,” jelas Gegie.
Ungkapan duka cita terus mengalir di Akun facebook Gegie. Hingga berita ini ditulis, sudah ada lebih dari 500 komentar yang umumnya menyatakan belasungkawa dan mendoakan.
“Innalillahi wa inna ilaihi rooji’uun. Allahummaghfirlahuu warhamhuu wa ‘aafihii wa’fuanhuu.semoga amal beliau diterima Allah SWT dan termasuk dalam golongan kaum syuhada. Aamiin ya rabbal ‘alamiin,” ungkap Eva Juniarti. (eas)
The post Peserta Aksi yang Meninggal Ternyata Seorang Guru Ngaji appeared first on BEKASIMEDIA.COM.
Sumber Suara Jakarta