BEKASIMEDIA.COM – Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Ahmad Ustuchri mengatakan, Hari Pahlawan adalah puncak fenomena bersatunya seluruh komponen republik Indonesia dalam memerdekakan dan mempertahankan kemerdekaan. Berbagai elemen bersatu bahkan para ulama dengan membawa semangat resolusi jihad. Maka tanggal 10 November menjadi momen napak tilas sejarah untuk mengenang jasa para pahlawan.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya. Hari pahlawan adalah puncak fenomena bersatunya seluruh komponen republik dalam upaya memerdekakan dan mempertahankan kemerdekaan,” kata Ustuchri pada Kamis (10/11).
Setelah kemerdekaan 17 Agustus, kata Ustchri, republik masih sangat muda sementara sisa pasukan Jepang dan keinginan belanda untuk menjajah kembali mendompleng NICA sangat kuat. kegalauan Dwi tunggal Soekarno Hatta kemudian dikonsultasikan kepada para ulama. Saat itu kepada KH. Hasyim Asy’ari. Akhirnya lahirlah resolusi jihad 22 Oktober yang membakar semangat para pejuang mempertahankan kedaulatan negeri khususnya arek Suroboyo.
“Bung Tomo yang santri jadi ikon perjuangan. Di seluruh tanah air juga bergema semangat berjihad melawan penjajah yang ingin kembali. Semangat “hubbul wathon minal iman” atau mencintai tanah air adalah juga sebagian dari iman pun bergema,” lanjutnya.
Ustuchri menjelaskan, semangat resolusi jihad ini juga menjalar hingga ke Bekasi. Peristiwa Karawang-Bekasi Desember 1945 di mana para ulama Bekasi, Santri dan para pejuang bahu membahu mengusir sekutu yang diboncengi Belanda dalam pertempuran monumental di alun-alun Bekasi.
“Masyarakat Bekasi tidak boleh lupa. Kota ini mendapat julukan Patriot. Karena keberanian para ulama pejuang dan santri bertempur dengan senjata seadanya namun dengan spirit jihad yang menggelora menghalau tentara multinasional, sekutu yang diboncengi Belanda, kita berharap akan makin banyak generasi muda yang memahami dan menginternalisasi nilai-nilai ini menjadi spirit untuk selalu berbuat yang terbaik buat Bekasi dan bangsa pada umumnya,” katanya lagi.
Sejarah ini, kata dia, seharusnya jadi bahan materi ajar yang diajarkan di sekolah-sekolah, diabadikan dalam bentuk sarana pembelajaran, bukan hanya tugu tapi juga museum perjuangan Bekasi dan lain-lain.
“Sudah selayaknya Pemda memberi perhatian lebih juga kepada keluarga para pejuang sehingga julukan patriot jadi semakin sedap disandang,” lanjutnya.
Ustuchri berpesan kepada para anak muda kota Bekasi bahwa Patriot berarti keberanian dan kecerdikan mengatasi kebodohan dan kemiskinan. mentransformasikan perkembangan zaman menjadi sebuah alat bagi kemajuan bukan sebaliknya jadi korban dari akses modernitas.
“Mudah-mudahan akan banyak lahir patriot-patriot muda yang dapat mengharumkan dan memajukan kota Bekasi untuk mencapai itu anak nuda mengikuti benang merah perjuangan kemerdekaan dulu. Maju dalam berdaya dalam bimbingan arahan ulama. sebab bila lepas dari bimbingan ulama niscaya yang diperoleh adalah pertambahan materi belaka bukan kemajuan yang menyejahterakan dan membahagiakan dunia dan akhirat. Menjadi patriot muda yang sesungguhnya. (Adv/Dns)
The post Politisi PKB: Resolusi Jihad Lahirkan Semangat dan Jiwa Kepahlawanan Nasional appeared first on BEKASIMEDIA.COM.
Sumber Suara Jakarta