Rumah Anggota DPRD pun Kena Penertiban Bangunan Liar

BEKASIMEDIA.COM – Lurah Kali Abang Tengah, Bekasi Utara, Sri Setiyaningrum, mengakui ada sejumlah tempat usaha (kontrakan) di lahan irigasi yang dibongkar merupakan milik oknum Anggota DPRD Kota Bekasi.

“Saat itu yang dibongkar ada 280 bangunan semi permanen, sepanjang dua kilometer, ada juga rumah tinggal kontrakan letaknya di samping atau saluran irigasi RW 3, 6, 28, 7, 10 dan RW 9 Pembongkaran kita bagi menjadi tiga tahap,” kata Lurah Kali Abang Tengah seusai melaksanakan Apel Kebhinekaan, Senin (14/11).

Pihaknya mengakui jika ada oknum DPRD yang memiliki bangunan untuk dijadikan Kontrakan. Sri juga mengatakan jika banyak masyarakat yang mengambil keuntungan dari bangli tersebut.

“Kalau kebenarannya masih diragukan lihat saja langsung, banyak yang tahu siapa yang ngambil bulananya, itu tukang mie ayam. Saya nggak hafal kalau berapa bangunan punya oknum itu. Bukan semuanya, beliau mempunyai salah satu bangunan itu,” katanya.

Pihaknya juga mengatakan bahwa penertiban yang dilakukan sudah sesuai tahapan. Pihaknya sudah melayangkan surat kepada warga sebanyak empat kali.

“Itu salah satu dewan tahapan tapi untuk lebih jelas silakan konfirmasi ke masyarakat saja. Tapi kalau masalah tahapan pembongkaran sudah dikasih surat oleh pihak kita sebanyak empat kali di samping surat dari kota,” katanya.

Sri mengklaim jika masyarakat Kali Abang tengah sudah kondusif dan warga sudah menerima kebijakan pemerintah karena lahan tersebut akan digunakan untuk ruang terbuka hijau dan taman.

“Tentunya warga secara lisan sudah saya tanya dan mereka sadar itu tanah irigasi dan warga sadar sudah koordinasi dikembalikan ke fungsinya bukan untuk bangunan kontrakan,” katanya.

Lurah Kali Abang bahkan berharap Anggota DPRD harusnya dapat menegakkan Perda karena merupakan lembaga yang membuat Perda.

“Yang buat Perda itu bersama tapi yang mengesahkan itu dewan, Jika dibuat taman dapat dinikmati semua masyarakat,” paparnya lagi.

Terpisah, warga Pekayon ,Bekasi Selatan, Gele mengatakan jika banyak orang yang mengambil kepentingan peribadi di atas lahan irigasi, salah satunya dibangun kontrakan dan warung.

“Masyarakat banyak yang ngontrak, padahal warga pada tahu itu tanah pengairan. Masyarakat Pekayon itu nggak berani bangun dan jika ada bangunan itu milik orang luar kebanyakan,” jelasnya.

Sebagai masyarakat Pekayon pihaknya mengaku sangat mengetahui jika ruko-ruko yang berdiri di lahan irigasi di bangun orang luar. Akibatnya banjir terjadi dan banyak warga yang komplain.

“Saya sering dengar warga pada komplain terutama warga di atas apalagi macet dari Pekayon ke Kemang. Jika ada orang yang tidak mendukung penataan maunya apa? coba tanya satu satu warga pasti akan mengatakan hal yang sama.
Sementara banyak juga dewan asal pekayon yang paham hal tersebut bahwa lokasi itu merupakan tanah irigasi,” Katanya. (Yu)

The post Rumah Anggota DPRD pun Kena Penertiban Bangunan Liar appeared first on BEKASIMEDIA.COM.



Sumber Suara Jakarta

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama