Buntut Nama Penentu Nasib?

Penulis:

Nellia Ningsih (Alumni Ilmu Perpustakaan ,Universitas Diponegoro, Semarang)
Ahmad Zarqan (Mahasiswa Sistem Informasi, President University, Cikarang)

Apa yang pertama kali terlintas dalam benak kita ketika membaca judul tersebut? Apabila dapat menebak dengan tepat, maka tutup saja laman ini dan mulailah meresapi embel-embel hidup kita. Tetapi bagi yang belum mengerti, mari kita telusuri apa yang menjadi pendompleng nama kita.

Nama yang telah melekat sejak kita lahir sudah tertulis dalam takdir Tuhan, begitu pula nasib kita sudah tergaris di keputusan Tuhan, tinggal bagaimana kita merubah nasib kita sendiri. Hal ini juga berlaku pada embel-embel yang tersemat pada nama kita, mengapa demikian?

Kedudukan kita sebagai manusia dan diakui keberadaannya oleh masyarakat tergantung buntut nama kita. Penghargaan orang lain terhadap diri kita tergantung ekor prestasi yang telah kita capai. Buntut nama kita memang mempunyai keajaiban tersendiri dan melalui benalu tersebut bisa jadi kesuksesan sedang mengikuti kita.

Tidak ada yang tahu apabila buntut nama kita membawa pada kesuksesan dalam kehidupan kita, tetapi berdasarkan fakta yang ada embel-embel juga membawa malapetaka. Penyebabnya adalah karena dengan adanya pendompleng nama tersebut seseorang menjadi gila harta dan gila jabatan sehingga mengarahkan manusia pada pragmatisme. Malapetaka lainnya adalah seseorang bisa saja menjadi bahan cemoohan sebab embel-embel yang melekat tak kunjung menampakkan hasil jerih payah, atau bahkan penghinaan keras dari masyarakat bahwa buntut namanya tidak berguna, hanya sebagai riasan untuk mempercantik nama.

Sebagian masyarakat berkata, embel-embel nama kita bukanlah penentu nasib melainkan seberapa besar jiwa kita menghantam nasib. Apakah melalui pembahasan tersebut kita sudah mengerti embel-embel pendompleng nama tersebut? Jika sudah memahami tutup link ini mulailah kita menghayati tujuan hidup kita.

Lantas bagaimana yang belum memahami? Mari kita telusuri lebih lanjut, Pendompleng nama yang dimaksudkan adalah gelar nama kita, gelar yang melekat melalui prestasi kependidikan. Melalui gelar tersebut, beberapa orang sukses menggantungkan hidup untuk mengubah nasib. Ada juga yang membenturkan diri melawan kerasnya dunia lalu melunakkannya.

Melalui embel-embel nama tersebut, beberapa orang mendapat sanjungan bahkan penghormatan diri di mata dunia. Berbekal benalu nama tersebut, banyak orang berbondong-bondong ke kota meraup ladang kerja. Melalui buntut tersebut seseorang dihina sebab tak menguasai gelarnya. Melalui gelar tersebut, seseorang dapat ditolak menjadi mantu untuk meminang. Melalui gelar tersebut seorang istri menjadi durhaka kepada suami. Lewat gelar tersebut, wanita menuntut kesetaraan gender. Dengan gelar nama itulah orang pintar membodohi kejujuran, keangkuhan mengalahkan kebenaran. Dengan bekal buntut nama itulah, seseorang diperolok karena menganggur dan bahkan dicerca karena tidak bisa menghidupi diri membawa embel-embel. Dengan ekor nama itulah, banyak orang berkata gelar hanya sekedar gelar, kesuksesan bisa diraih dengan menerjang atau bahkan tanpa gelar. Dan tidak kalah menarik melalui domplengan nama pulalah seseorang dapat menghalalkan segala cara untuk menjatuhkan orang lain demi harta dan tahta. Begitulah magnet dalam gelar nama kita, tergantung bagaimana kita meraciknya menjadi masterpiece tanpa harus menindas.

The post Buntut Nama Penentu Nasib? appeared first on BEKASIMEDIA.COM.



Sumber Suara Jakarta

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama