BEKASIMEDIA.COM – Gereja Santa Clara (GSC) yang sudah berdiri megah di bilangan utara Kota Bekasi izin pendirianya sudah ditanda tangani Walikota Bekasi, Rahmat Efendi. Tapi sejak awal pendiriannya hingga sekarang sudah mencapai lantai dua, tak sepi dari konflik.
Seperti Jumat (24/3/17) ini, aksi ribuan massa umat Islam menolak GSC berakhir ricuh dan menimbulkan korban.
GSC sempat dihentikan pembangunannya pada tahun 2015 namun kembali dilanjutkan pada tahun 2017 ini. Apa alasan utama massa umat Islam Bekasi terus-terusan menolak GSC?
Dalam keterangan tertulisnya kepada bekasimedia.com, Ketua Bidang PERSIS Kota Bekasi, Ahmad Syahidin menjelaskan alasan mereka melakukan aksi.
Menurutnya ada 6 Alasan utama penyebab Majlis Silaturrahim Umat Islam Bekasi melakukan Aksi, diantaranya;
1. GSC terbesar se Asia Tenggara yang berada di lingkungan mayoritas muslim, bahkan lokasinya dekat dengan Pesantren Attaqwa, peninggalan pejuang muslim Bekasi KH. Noer Ali Allahu Yarham.
2. Rumah ibadah yang konon pendanaanya berasal dari dana internasional yang tidak menutup keungkinan ada campur tangan pihak luar.
3. Faktanya rumah ibadah itu yang sejak awal pendirianya hingga sekarang, sudah dua lantai sarat dengan konflik baik horizontal maupun vertikal.
4. Disinyalir izin pendirianya ada manipulatif data, penipuan dan pelanggaran lainya.
5. Dikhawatirkan menjadi ajang pemurtaddan, karena biasanya yang menjadi pegawai di pembagunan rumah ibadah tersebut dari kalangan muslim, seperti satpam, petugas kebersihan, kuli bangunan dll. Dimana menurut fatwa MUI mengucapkan selamat natal saja HARAM apalagi membantu kegiatan yang bertentangan dengan Aqidah Islam.
6. Dikhawatirkan rumah ibadah ini akan menimbulkan disintegrasi bangsa, kekacauan dan mengganggu kerukunan antar ummat beragama.
Dengan demikian penolakan terhadap pendirian Gereja Santa Clara bukan berarti ummat Islam anti kerukunan, anti kebinekaan, sebagaimana sering dituduhkan.
“Justru kami menolak hal itu, dalam rangka memelihara kerukunan, ketertiban dan kebinekaan dan demi menjaga jangan sampai terjadi konflik horizontal dan vertikal. Lebih jauh dalam menjaga NKRI yang kita cintai ini,” kata Ahmad Syahidin.
Oleh karena itu, Ahmad Syahidin mengajak kepada pihak-pihak yang berwenang dan terkait serta kaum musllimin se kota bekasi, agar bersama sama menjaga keentraman dan kerukunan kota bekasi yang kita cintai dengan menolak dan menganulir izin pendirianya.
Ahmad Syahidin mengaku pihaknya memiliki bukti-bukti manipulasi data ijin warga sekitar lokasi dan bukti-bukti lainnya. (dns/eas)
The post Inilah Alasan Massa Umat Islam Bekasi Tolak Santa Clara appeared first on BEKASIMEDIA.COM.
Sumber Suara Jakarta