BEKASIMEDIA.COM — Kualitas pendidikan akan mempengaruhi kemajuan sebuah kota. Karena pendidikan mencetak sumberdaya yang mumpuni untuk mempercepat laju pembangunan.
Untuk mencapai predikat pendidikan yang berkualitas, Pemerintah Kota harus menaruh perhatian besar serta bersinergi dengan semua elemen masyarakat. Jika tidak, maka akan terus ada masalah di dunia pendidikan.
Seperti yang dikeluhkan masyarakat Kelurahan Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat. Menurut Anggota DPRD Kota Bekasi, Ariyanto Hendrata, saat dirinya melakukan reses di kantor RW 17 didapati keluhan masyarakat akan alpanya pemerintah Kota Bekasi yang tidak memperhatikan lembaga pendidikan berkarakter.
“Jadi ada sekolah Islam swasta yang kekurangan kelas lantaran kebanyakan murid, ironisnya mereka tidak menarik SPP atau uang bangunan yang besar lantaran sekolah tersebut dibangun khusus buat para dhuafa,” ujarnya.
Padahal, lanjut Ariyanto, lembaga pendidikan seperti ini berperan besar atas pembangunan.
“Artinya Pemkot Bekasi harus hadir di sana, karena semakin baiknya kualitas pendidikan maka kita bisa bentengi anak-anak dan generasi bangsa dengan karakter kebangsaan dan agama yang kokoh,” ujarnya.
Ia melanjutkan, bahwa lembaga pendidikan berkarakter jumlahnya banyak di kota Bekasi dan membutuhkan uluran tangan dari pemerintah. Sebab, selama ini mereka hanya mengandalkan bantuan dari para donatur. “Perlu ada kebijakan untuk membantu, seperti bantuan hibah atau bantuan lainnya,” katanya.
“Kota Bekasi ini mencapai IPM tertinggi kedua se-Jawa barat, artinya pemerintah jangan tutup mata soal sektor pendidikan nonformal dan swasta yang juga berperan banyak dalam pembangunan,” tandasnya. (*)
The post Pemkot Bekasi Dinilai Kurang Perhatikan Lembaga Pendidikan Swasta appeared first on BEKASIMEDIA.COM.
Sumber Suara Jakarta