Warga Jatiwaringin Nilai Pemkot Bekasi tak Serius Tangani Sampah

BEKASIMEDIA.COM — Hari kedua (30/5) Jaring Aspirasi Masyarakat anggota DPRD kota Bekasi, Sihar dari Fraksi Partai Hanura dilakukan di lokasi Tempat Pembuangan Sampah sementara RT 05/02 Kelurahan Jatiwaringin, Kecamatan Pondok Gede. Tempat tersebut yang sebelumnya ramai dibicarakan di media karena alpanya pemerintah kota Bekasi yang dinilai membiarkan 6000 m3 tumpukan sampah di kawasan tersebut selama 25 tahun.

Dalam kegiatan Reses II Tahun 2017 ini melalui tatap muka langsung dengan tokoh masyarakat, alim ulama, belasan ketua RT dan RW, mereka meminta DPRD menjembatani persoalan sampah di wilayahnya agar pemerintah kota Bekasi serius menindaklanjuti laporan warga untuk mengangkut seluruh tumpukan sampah di TPS ilegal tersebut.

Sihar, anggota Komisi II DPRD, politisi partai Hanura yang baru 2 bulan menjabat melalui Pergantian Antar Waktu (PAW) diharapkan mampu memperjuangkan aspirasi masyarakat di Dapilnya. Ia juga diharapkan bisa menyambung lidah rakyat untuk bisa mengakomodasi keluhan warga yang sudah puluhan tahun tersiksa bahkan menderita akibat dampak buruk dari 6000 m3 tumpukan sampah yang sudah merusak lingkungan sekitarnya.

Sebelumnya pemerintah kota Bekasi melalui Dinas Lingkungan Hidup telah merespons persoalan tersebut dengan menurunkan truk-truk sampah untuk mengangkut dan membuangnya ke TPS Bantargebang, namun warga menilai reaksi tersebut baru sebatas di kulitnya saja. Apalagi warga dibebankan untuk membayar akibat pengangkutan sampah itu. Warga yang hidupnya pas-pasan dan untuk menutupi biaya hidup setiap harinya masih sulit masih juga dibebankan biaya.

“Menurut warga dari kalangan ekonomi lemah yang menempati hunian sekitar, bahwa mereka sangat keberatan apabila biaya operasi untuk truck sampat dalam mengangkut sampah tersebut dibebankan kepada masyarakat yang untuk hidup hari hari juga sudah susah. Warga sekitar sudah merasa terpinggirkan seperti tidak lagi mempunyai hak untuk hidup layak nya warga dengan kondisi lingkungan yang sehat. Oleh karena itu warga secara histeris ketika dikunjungi anggota dewan, meminta untuk segera direalisasikan pengangkutan sampah tersebut dan bukan retorika semata,” jelas Sihar.

Menurut warga selama ini mereka merasa tidak dihiraukan Pemkot Bekasi. Warga tidak bisa menggunakan air tanah lagi sebagai keperluan rumah tangga termasuk untuk mencuci pakaian dikarenakan berbau dan berwarna, air tanah sudah terkontaminasi, mudah sakit perut dan risiko penyakit demam berdarah pun mengintai karena nyamuk bersarang di lokasi bau menyengat dan lembap tersebut. Oleh karena itu, melalui Sihar, warga berharap aspirasi warga bisa didengarkan oleh pemerintah sehingga segera ada solusi nyata. (dns)

The post Warga Jatiwaringin Nilai Pemkot Bekasi tak Serius Tangani Sampah appeared first on BEKASIMEDIA.COM.



Sumber Suara Jakarta

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama