Bekasimedia- Adat Tradisi Lebaran Ketupat “Puter Kayun” 2015 dilaksanakan di Boyolangu-Banyuwangi pada Minggu (26/7). Acara “Puter Kayun” diadakan setiap tanggal 10 Syawal atau 10 hari setelah lebaran secara turun temurun yang selalu diisi dengan tarian tradisional dan tasyakuran.
Budaya tradisi ‘Puter Kayun’ ini dilaksanakan untuk mengenang jasa Buyut Jakso, yang di mana Buyut Jakso ini merupakan abdi dalem kerajaan Blambangan yang pada masa itu dipimpin oleh Bupati Mas Alit. Pada waktu Bupati Mas Alit akan membuat jalan dari Banyuwangi menuju Bondowoso, beliau mengalami kesulitan yaitu menemui batu yang sangat besar dan susah untuk dihancurkan. Lalu Bupati menyuruh Buyut Jakso untuk memecahkan batu tersebut.
Adapun serangkaian acara dari “Puter Kayun” yang pertama yaitu pembukaan Tari Jejer Gandrung kemudian yang dilanjutkan pelepasan rombongan dongkar yang akan nampak tilas dari Boyolangu ke Pantai Watu Dodol setelah dilepas secara simbolis oleh Kepala Kelurahan Desa Boyolangu para rombongan pun berangkat menuju Pantai Watu Dodol setelah sampai di pantai diadakan tasyakuran dan doa bersama untuk mengenang jasa Buyut Jakso.
“Budaya tradisi Puter Kayun ini sudah diadakan turun temurun dan acara ini diadakan setiap tanggal 10 syawal atau 10 hari setelah lebaran. Harapannya kepada Pemkab Banyuwangi agar tradisi Puter Kayun ini tidak berhenti sampai tahun ini saja. Untuk kendala yang dihadapi tahun ini itu semakin berkurangnya jumlah penarik dongkar atau andong,” Ujar Lurah Boyolangu, Anang Ridhoka SE. (hrl/JJ3)
The post Boyolangu Gelar Tradisi “Puter Kayun” appeared first on Bekasi Media.
Sumber Suara Jakarta