MediaTangerang.com, - Otoritas Kamerun telah memerintahkan agar seluruh masjid dan sekolah Islam yang berada di wilayah utara negara tersebut ditutup. Pemerintah menganggap masjid sebagai penyebab banyaknya serangan bunuh diri di Kamerun akhir-akhir ini.
“Mereka harusnya memiliki solusi yang lebih baik. Kenapa mereka menuduh pihak yang salah?” ujar Aladji Haman (70) dari Masjid Sentral Maroua, yang dikutip Los Angeles Times dari laporan AP.
Sejak diumumkan Minggu (26/07/2015), otoritas di Kamerun utara telah menutup seluruh masjid dan sekolah Islam untuk sementara waktu.
Selain penutupan masjid, pemerintah juga mengosongkan jalan-jalan dari para pengemis muda karena para pelaku bom bunuh diri baru-baru ini adalah anak-anak.
Gubernur Midjiyawa Bakari mengatakan, peraturan baru itu dibuat sebagai respon atas dua insiden bom bunuh diri dalam seminggu terakhir. Kasus yang dimaksud Bakari adalah dua bom bunuh diri yang dilakukan oleh dua anak perempuan dan menewaskan 31 orang, melukai belasan lainnya.
Tidak ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas kedua serangan itu. Tapi, pemerintah menuduh Muslim sebagai pelakunya.
Menurut CIA Factbook, 20 persen populasi Kamerun yang berjumlah 20,5 juta jiwa adalah Muslim.
Mayoritas Muslim tinggal di wilayah utara Kamerun.
Sumber
via Media Tangerang
Tags
tangerang