[OPINI] Fahri Hamzah dan Ujian Nasional Kader di Milad PKS

Ternyata pekan ini bukan anak SLTA kelas 3 saja yang sedang menempuh Ujian Nasional (UN), tetapi juga mereka para kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kabar pemecatan Fahri Hamzah langsung merebak, menjadi pembicaraan media dan kader-kader PKS di sosial media. Anak SLTA yang ikut UN dan PKS memang memiliki persamaan, usianya sama-sama sekitar 18 tahun.

Berbicara tentang konflik internal partai, saya cukup terkesan dengan Partai Golkar. Partai peninggalan Orde Baru ini sempat menjadi bulan-bulanan masyarakat dan jadi public enemy number one pada masa reformasi. Masih lekat dalam ingatan, pada tahun 1998-1999, saat itu saya masih duduk di kelas 2 SLTA dan tinggal ngekost di Karawang Kota dekat Lapangan Karangpawitan, lapangan milik Pemda yang menjadi tempat utama kampanye partai jelang pemilu 1999. Di dekat lapangan itu pula, kantor Golkar berdiri tegak. Besar! Melebihi 2 partai era orde baru lainnya.

Iring-iringan mobil kampanye PDIP, PPP, PAN dan partai baru lainnya selalu melewati kantor Golkar sebelum sampai ke Lapangan Karangpawitan, teriakan-teriakan caci maki di depan kantor Golkar menghiasi hari-hari itu. Apalagi ketika lokomotif reformasi Amien Rais naik panggung di lapangan itu.

Saya juga menjadi bagian yang mencela Golkar waktu itu, efek historis menjadi penyaksi saat kakek merobek gambar Golkar yang ditempel ketua RT di pintu rumah saat kampanye tahun 1997.

Golkar juga terpecah waktu itu, ada PKP bentukan Jenderal Edi Sudrajat dan selusin partai-partai kecil pecahan Golkar mengikuti pemilu. Pada periode selanjutnya, muncul Hanura, Gerindra hingga Nasdem yang kehadirannya diinisiasi oleh kader Golkar yang tak mendapat tempat.

Segala peristiwa itu tak membuat Golkar menghilang. Turun suara ya, tapi Golkar tak benar-benar mati. Masih banyak kader yang tetap bertahan dibawah naungan beringin. Posisinya juga tetap bertahan di tiga besar.

Partai lain yang makan asam garam perjuangan adalah PDI Perjuangan. PDI adalah simbol perlawanan pada masa orde baru, melewati sejarah kelam peristiwa 27 Juli, perpecahan dihembuskan pihak luar lalu terlahir di masa reformasi dengan tambahan kata perjuangan. Menjadi pemenang pemilu diawal reformasi lalu kembali tenggelam dan konsisten menjadi oposisi sepuluh tahun lamanya.

Dibandingkan dengan Golkar dan PDIP, PKS masih lebih muda. Diusianya yang ke 18 tahun ini PKS dan kader-kadernya masih harus banyak belajar. Organisasi apapun terlebih lagi partai politik sangat dekat dengan konflik, PKS-pun sama seperti yang lain, kumpulan manusia warga negara Indonesia yang mempunyai cita-cita yang sama dan tergabung dalam satu wadah,  ujian adalah kepastian karena melalui ujian itu kedewasaan akan tercipta.

Saat menghadapi ujian, ingatlah kata kyai anda;

“Merendahlah, engkaukan seperti bintang gemintang, berkilau dipandang orang di atas riak air dan sang bintang nun jauh tinggi. Janganlah seperti asap yang mengangkat diri tinggi di langit padahal dirinya rendah hina.”(K.H. Rahmat Abdullah)

Sebagai penutup tulisan ini, saya ingin mengatakan, Fans Ronaldo akan mengikuti kemana dia pergi. Fans Madrid akan tetap bersama Madrid, sebelum dan sepeninggal Ronaldo.

Enjang Anwar Sanusi
Kader Persib

The post [OPINI] Fahri Hamzah dan Ujian Nasional Kader di Milad PKS appeared first on BEKASIMEDIA.COM.



Sumber Suara Jakarta

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama