Inilah Suka Duka Pedagang ‘Shift Siang’ di Pasar Kemiri Depok

Bekasimedia – Kapan biasanya orang-orang berbelanja kebutuhan pokok di pasar? Pasti jawabannya ialah pagi-pagi sekali. Rentang waktu pukul 05.00 sampai 9.00 bukan? Lalu bagaimana dengan pedagang yang masih berjualan dari siang sampai malam? Masihkah pembeli seramai waktu pagi?

Rabu (18/5/16) sore terlihat seorang pedang di Pasar Kemiri. Ia adalah Abdul Munaf pedagang cabai, bawang, tomat dan sebagainya. Ia tampak merenung karena sepi pelanggan, Ia mengatakan baru berjualan di Pasar Kemiri, dekat Stasiun Depok Baru, Depok ini selama 1 tahun. Sebelumnya ia telah berjualan di kampung halamannya di Bogor.

Abdul Manaf adalah pedagang “shift siang” di pasar tersebut. karena ia berjualan mulai dari pukul 10 pagi sampai pukul 8 malam. Sedangkan untuk “shift pagi” dimulai dari pukul 2 pagi hingga 10 pagi.  Dengan demikian, Abdul Manaf bebas dari pungutan-pungutan yang ada di pasar tersebut. Ia mengaku juga tidak perlu membayar uang sewa kios karena yang membayar ialah pedagang shift pagi.

Namun, resikonya ialah orang yang belanja di pasar tidak seramai waktu masih pagi. Oleh karena itu, penghasilan yang diperolehnya tidak sebanyak penghasilan yang didapat oleh para pedagang shift pagi. Abdul mengaku pendapatannya paling banyak hanya sekitar 3 jutaan dan kalau sedang sepi bisa 1 jutaan. Sangat berbeda dengan para pedagang yang bisa mendapatkan 5 sampai 7 juta sehari.

Ditambah lagi dengan keadaan saat itu mendung sehabis hujan. “Kalau kaya gini emang udah sepi neng. Apalagi kalau malam, paling kuntilanak yang banyak, hahaha,” ujar Abdulah disusul tawa.

Ia mengaku cukup puas dengan lingkungan pasar yang becek, kotor dan banyak tikus. ”Ya, nyaman aja. Udah biasa sehari-hari,” ujarnya.

Ia berterimakasih kepada petugas yang memungut sampah di setiap kios. Lalu bagaimana pendapatan para pedagang cabai ini saat harga bahan pokok naik?

Abdul menjawab bahwa saat harga cabai naik justru dagangannya cepat habis karena laku dibeli oleh ibu-ibu yang belanja di tempatnya. “Kalau lagi naik cepat lakunya. Kalau harga turun malah nambah. Karena pasar sini bawaanya kalau lagi murah banyak bawaannya jadi lama habisnya. Tapi kalau mahal, bawannya sedikit jadi cepat habis.”

Kalau masalah listrik di Pasar Kemiri telah disediakan listrik di setiap kiosnya. Agar para pedagang bisa memanfaatkannya sesuai kebutuhan mereka masing-masing.itu disediakan oleh petugas pasar.

Dengan semua itu, Abdul tetap bersyukur meski dagangannya tidak selamanya ramai pembeli. Setidaknya ia telah terbantu dengan tidak membayar uang sewa kios.

Olivia Amanda
Mahasiswi Politeknik Negeri Jakarta

The post Inilah Suka Duka Pedagang ‘Shift Siang’ di Pasar Kemiri Depok appeared first on BEKASIMEDIA.COM.



Sumber Suara Jakarta

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama