Bekasimedia – Ustadz Muhammad Nawawi, dai asal Cikarang Bekasi, alumnus 3 besar Akademi Sahur Indosiar (Aksi) tahun 2015 lalu, Jumat (24/6/16) ini diundang mengisi ceramah buka puasa bersama karyawan PT Menara Terus Makmur di Kawasan Industri Jababeka 1 Kabupaten Bekasi.
Acara buka puasa bersama yang rutin diadakan setiap tahun ini selain diisi dengan tausyiah, ada juga santunan anak yatim dan dhuafa dari masyarakat sekitar perusahaan yang memproduksi suku cadang otomotif ini.
Ketua panitia Bayu Darmawanto dalam sambutannya menegaskan tema kegiatan ini yaitu “Bersihkan Hati, Satukan Langkah Dalam Bingkai Ukhuwah”. Ia berharap selepas ramadhan, seluruh karyawan terus membawa pesan ramadhan terutama dalam hal ukhuwah.
Ketua serikat pekerja FSPMI MTM, yang dalam kesempatan ini diwakili oleh sekretaris, Supriyadi meminta karyawan agar bersyukur dengan apa yang telah didapatkan dari perusahaan sembari terus bersemangat lagi untuk masa depan yang lebih baik.
Sementara itu, Presiden Direktur perusahaan, Budi Arifin yang belum lama bertugas di perusahaan anggota grup Astra Otopart ini, dalam sambutannya mengingatkan seluruh karyawan tentang hikmah ramadhan.
“Bukan ramadhan memberikan kita pelajaran untuk terus bersyukur, peka terhadap nikmat Allah. Pribadi bersyukur biasanya berpikir positif. Semua pemberian Allah adalah rahmat, nikmati situasi apapun. Alhamdulillah saat ini kita masih bisa berbagi dengan anak yatim dan yang lainnya. Semoga kita terus menjadi pribadi yang pandai bersyukur,” ujarnya.
Dai muda Muhammad Nawawi dalam ceramahnya menceritakan kisahnya sejak pesantren hingga lolos dan tampil di Aksi Indosiar tahun lalu. Menurutnya pencapaian itu tak lepas dari ketekunan menghadiri majelis-majelis ilmu.
“Duduk di majelis ilmu itu berkah, bukan hanya acara buka bersama, hadiri juga majelis-majelis ilmu lainnya. Baca shalawat dapat syafaat, baca tahlil tahmid, jangan hanya bicara pulang kampung, pikirkan juga pulang kampung bertemu Allah,” ujarnya yang disambut karyawan yang hadir.
Ia juga menyampaikan kerugian bagi orang yang diberi umur panjang namun tidak memanfaatkan bulan Ramadhan, “perbanyak ibadah, biarpun bekerja tapi puasa, shalat tarawih, baca Al Quran jangan ditinggalkan,” imbuhnya.
Selain itu, ia juga sempat menyinggung soal rezeki, “Rizki itu sudah tertakar, tak mungkin tertukar. Jangan hasud, iri, dengki. Sudah ada yang mengatur. Yang penting berusaha,” katanya.
Selain poin-poin penting, dai asli Betawi Cikarang ini juga mengeluarkan jurus-jurus penggugah tawa dengan logat khas Cikarang yang membuat karyawan yang hadir tidak jenuh selepas seharian bekerja.
“Biar kata punya anak pinter nyanyi. Begitu emaknya mau mati, bilang gak tuh si emak, “neng, emak mau mati. Elu nyanyi nya 2 lagu mah,” kagak! Kagak gitu, kalo mau mati pasti pengennya dengerin anaknya ngaji,” candanya yang disambut gelak tawa karyawan yang hadir. (eas)
The post Dai Aksi Indosiar Isi Ceramah Bukber PT MTM di Jababeka appeared first on BEKASIMEDIA.COM.
Sumber Suara Jakarta