Dorong Pendidikan Multikultural Ditengah Keragaman Bekasi

Bekasimedia-Konflik di Tanjung Balai, Asahan Medan yang berujung pada pembakaran rumah indah menjadi perhatian khusus Ikatan Alumni UIN (Ikaluin) Bekasi Raya saat menggelar silaturahmi alumni UIN Se-Bekasi Raya kemarin (30/7).

Menurut Heri Koswara, Pembina Ikaluin, Bekasi adalah salah wilayah yang secara sosio-kultural memiliki keragaman. Berbagai suku, ras dan agama ada di Bekasi. Kergaman tersebut jika tidak ditangani dengan baik akan dapat menimbulkan persoalan seperti hilangnya rasa kemanusiaan untuk saling menghormati hak-hak orang lain. “Maka pendidikan multikultural menjadi salah satu alternatif untuk melerai potensi tersebut.” papar Herkos sapaan akrab Heri Koswara dalan acara temu kangen dengan alumni UIN se-Bekasi Raya.

Herkos menjelaskan, Pendidikan multikulral adalah pendidikan yang berbasis pada pemanfaatan keragaman yang ada di masyarakat, seperti etnis, budaya, bahasa, agama, gender, status sosial dan sebagainya. “Ending dari pendidikan multikultural adalah meningkatkan kesadaran masyarakat agar selalu berprilaku humanis dan demokratis.” Ungkap alumni sastra arab UIN tersebut.

Dengan mengimplementasikan pendidikan yang menghargai keragaman, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, diharapkan masyarakay khususnya para siswa menjadi generasi yang selalu menjunjung tinggi moralitas, kedisiplinan, kepedulian, kejujuran. “Pada akhirnya generasi kita nanti menjadi generasi yang menghargai perbedaan dan berlaku adil.

Maka untuk itu, Ia berharap agara para alumni UIN yang memiliki corak pemikiran ilmiah dan terbuka agar mendorong dan mengembangkan pendidikan multikultural baik di sekolah maupun di masyarakat. “Ini menjadi tanggungjawab alumni UIN yang notabene perguruan tinggi agama untuk menjaga keragaman. Menjaga keragaman adalah semangat islam rahmatan lil’alamin. Harap Herkos yang saat ini menjabat Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi

Sebelumnya, Hamdi, Sekretaris Ikaluin Bekasi Raya, mengatakan bahwa keragaman adalah sunatullah. Itulah kemudian Islam mengajarkan untuk saling menghormati satu sama lain. “Islam itu agama yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Islam Agama yang mengajarkan umatnya untuk toleran.” Tegasnya.

Menurut Hamdi, Bekasi sebagai salah satu wilayah di Jawa Barat yang masyarakatnya sangat beragama harus memiliki konsep yang jelas dalam rangka membangun kerukunan hidup umat beragam. “Beberapa kali di Bekasi terjadi gesekan antarumat beragama khususnya dalam pembangunan rumah ibadah, maka harus di buat strategi yang tepat untuk menjaga keragaman dan kebersamaan masyarakat Bekasi.” Harap alumni Teologi dan Filsafat tersebut. (*)

Ilustrasi: google

The post Dorong Pendidikan Multikultural Ditengah Keragaman Bekasi appeared first on BEKASIMEDIA.COM.



Sumber Suara Jakarta

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama