Bekasimedia – Organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam Wahdah Islamiyah menggelar Muktamar ke III yang dibuka Minggu (17/7/16) di Masjid Istiqlal Jakarta. Muktamar kali ini diikuti oleh lebih dari 2.500 peserta yang berasal dari 131 DPD Wahdah Islamiyah se-Indonesia.
Turut hadir pada acara pembukaan, Imam Masjidil Haram Syeikh DR Hasan Abdul Hamid Bukhari, Sekjen MIUMI (Majelis Intelektual & Ulama Muda Indonesia) Ustadz Bachtiar Nasir, Ustadz Yusuf Mansur dan dai muda Ustadz Salim A. Fillah.
Ketua Umum Wahdah Islamiyah Ustadz Zaitun Rasmin menaruh harapan besar akan peran Wahdah Islamiyah kedepan agar turut berkontribusi dalam menyelesaikan permasalahan bangsa terutama umat Islam.
Ustadz Zaitun menjelaskan, konsep pertengahan atau wasathiyah dalam kacamata Wahdah Islamiyah sangat penting dalam mewujudkan tatanan masyarakat seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Wasathiyah yang dimaksud bukanlah pertengahan antara baik dan buruk atau antara salah dan benar. Tapi wasathiyah adalah pertengahan antara dua sikap perilaku atau pemahaman ekstrem yang keduanya keliru dan bermasalah.
“Wasathiyah merupakan pertengahan antara perilaku yang berlebih-lebihan dan perilaku memudah-memudahkan,” terangnya.
“Dengan diselenggarakannya Muktamar ini, kita berusaha untuk membantu pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada. Baik dari masalah sosial, politik, ekonomi dan sebagainya,” kata Ustadz Zaitun Rasmin saat menyampaikan pengantar dalam konferensi pers Muktamar III Wahdah Islamiyah.
Dalam konferensi pers tersebut, Beliau menitikberatkan permasalahan sosial yang menurutnya paling prioritas seperti permasalahan narkoba, pelecehan seksual, pornografi dan yang lainnya. Beliau menyatakan akan mengadakan pembahasan khusus mengenai permasalahan sosial dan berharap dari pembahasan tersebut akan melahirkan berbagai kesimpulan yang akan berkontribusi untuk membantu kinerja pemerintah dalam menyelesaikannya.
Beliau juga mengharapkan agar lebih banyak dari kalangan umat Islam yang berpartisipasi dalam dunia politik secara aktif, namun dengan catatan harus menjauhi segala bentuk politik kotor.
“Kita berusaha untuk menyadarkan mereka yang salah paham mengenai partisipasi secara aktif di dalam politik bahwa risalah bagi generasi Islam yang Wasathiyah salah satunya adalah terlibat dalam dunia politik karena itu adalah salah satu jalan untuk berda’wah Amar Ma’ruf Nahi Munkar dan Sudah jadi tekad Wahdah Islamiyah kalau NKRI harga mati untuk kita pertahankan,” pungkasnya.
Oleh: Ahmad Zarqan
The post Gelar Muktamar, Wahdah Islamiyah Kembangkan Islam Pertengahan appeared first on BEKASIMEDIA.COM.
Sumber Suara Jakarta