Ketua FORJAS : Jokowi Harus Turun Tangan Usut Kasus TNI AU Aniaya Jurnalis

Bekasimedia – Ketua Forum Jurnalis (FORJAS) Bekasi, Syahrul Ramadhan mengecam pelaku kekerasan terhadap Jurnalis, khususnya yang baru-baru ini terjadi di Medan. Aksi kekerasan tersebut dilakukan oleh oknum TNI AU.

Dirinya mendesak agar Presiden Jokowi sebagai panglima tertinggi di Republik Indonesia (RI) untuk segera menyelesaikan dan turun tangan mengusut oknum yang melakukan kekerasan terhadap wartawan.
“Saya minta Jokowi turun tangan, usut tuntas dan tangkap oknum TNI AU yang sudah mencederai kawan jurnalis,” tegas pria yang akrab disapa Buluk ini.

Syahrul melanjutkan, dirinya meminta jaminan keamanan serta perlindungan sesuai dengan UU No.40 Tahun 1999 pasal 4 (2) dan 18 ayat 1 mengenai kebebasan pers yang dijamin oleh negara.

Ia menyatakan, Bila melihat bagaimana tugas para jurnalis, yang begitu gigih dan keras sering kali sampai melupakan waktu, siang dijadikan malam, malam dijadikan siang, hujan kehujanan, panas kepanasan, dan mereka tidak pernah mau menyerah.
“Melihat kehidupan para jurnalis yang serba sederhana dan penuh dengan risiko, seharusnya masyarakat dunia memahami,” ungkap Founder Komunitas Teman Ngopi ini.

Artinya, Kata Syahrul, Jurnalis bertugas tidak memiliki senjata, Sementara risiko yang dihadapi oleh jurnalis begitu besar.”Berbagai senjata mengikutinya, jadi seorang jurnalis harus memiliki kecerdasan dan keberanian. Melihat semua ini seharusnya PBB memberikan ketegasan kepada seluruh Negara untuk dapat memberikan rasa aman terhadap para jurnalis,” jelasnya.

Jika perlu, kata alumni aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) ini, semua yang melakukan kekerasan terhadap jurnalis oleh PBB diberikan sanksi hukuman internasional, artinya dihukum ditingkat pengadilan internasional

“Mungkin Di berbagai negara termasuk Indonesia, masyarakatnya belum memahami fungsi tugas dari jurnalis. Dan tidak sedikit juga Jurnalis yang tertembak, ada juga yang diculik, serta dianiaya,” sambungnya.

“Mengapa Jurnalis bekerja seperti itu? Tidak lain dia ingin mengabdikan dirinya buat bangsa dan Negara. Tetapi Apa yang telah dilakukannya semua demi negara dan bangsa. Mengapa justru mereka para jurnalis tidak mendapatkan satu pengharagaan dari Negara maupun masyarakat, Justru malahan mendapat comohan dan pukulan,” tukasnya.

Sebelumnya diberitakan, Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU) dan Paskhas Lanud Suwondo Medan bertindak arogan pada wartawan.

Adalah Array Argus wartawan Tribun Medan dan Andri Safrin wartawan MNC TV menjadi korban keberingasan oknum TNI AU dan Paskhas Lanud Suwondo.

Kedua wartawan tersebut awalnya meliput aksi massa dari warga Sarirejo yang ingin mempertahankan tanah mereka yang ingin dijadikan rusunawa. (sar)

The post Ketua FORJAS : Jokowi Harus Turun Tangan Usut Kasus TNI AU Aniaya Jurnalis appeared first on BEKASIMEDIA.COM.



Sumber Suara Jakarta

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama