Bantah Dana Siluman, BAPPEDA Bilang DPRD tidak Baca Utuh RAPBD-P 2016

BEKASIMEDIA.COM – Wakil Ketua TAPD yang juga Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Bekasi Jumhana Lutfi, membantah adanya dugaan anggaran “Siluman” dalam APBD – P tahun 2016. Hal itu dikatakannya di kantor pemerintah kota Bekasi Jalan Ahmad Yani, Rabu (16/11).

“Tidak ada anggaran tiba-tiba muncul yang benar semua sudah ada pada RAPBD-P tahun 2016. Mungkin DPRD tidak membaca secara utuh dan setelah ada koreksi dari gubernur baru fokus membahas koreksi pada plafon ini,” ungkapnya.

Jumhana membeberkan bahwa ada beberapa koreksi yang dianggap sebagai plafon “siluman” dalam rapat Badan Anggaran malam tadi, di antaranya terkait pembelian eskavator (alat berat), dana bantuan Sosial (Bansos), Penyertaan modal BUMD PDAM Tirta Patriot serta anggaran makan minum walikota.

“Pada buku RKPD perubahan atau RAPBD-P ada semua di dalamnya, Choiruman juga mengakui bahwa semua plafon yang ada di evaluasi Gubernur sudah dibahas,” katanya.

Pembelian eskavator sudah masuk pada RAPBD Perubahan 2016 dan dananya didapatkan dari bantuan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang secara keseluruhan berjumlah 180 milyar lebih. Khusus untuk plafon pembelian eskavator sebanyak 5 unit adalah bantuan yang bentuknya pemberian (given) dari pemberi hibah yaitu pemprov DKI Jakarta.

“Pada saat pembahasan RAPBD belum ada kepastian, tapi kita sudah jelaskan itu bantuan DKI yang isinya untuk pembelian alat eskavator sebesar 19 milyar lebih. Ini (given) pembelian yang sudah ditentukan. Dulu saya sudah sampaikan ke banggar pada RAPBDP, jadi bukan tiba-tiba. Ini pemberian dari DKI dan di Renja SKPD ada, nanti kita akan belanjakan dengan E – katalog dan prosesnya bisa cepat karena bisa secara online,” katanya lagi.

Proses pemberian hibah juga sudah masuk RAPBDP dan sudah dibahas. Permen No. 14 /2012 proposal berubah karena aturannya berubah akibat dasar hukumnya berubah. Pagunya sudah ada pada keputusan Walikota. Dan tentang hibah ini pagunya memang ada peningkatan.

“Jumlahnya saya lupa ada di BPKAD. Terkait DAU ada pengembalian pada November 2016, sebanyak 70-an milyar. sebagian penggunaan untuk menutup evaluasi PKBBPNKB karena ada pengurangan dari gubenur ada penggunaan 22 milyar dan sisanya 22 milyar kita saving untuk APBD 2017,” paparnya.

Penyertaan modal pada PDAM TP, untuk instalasi PAM tadinya di bangkim namun karena teknis dan waktu yang memet .Karrna itu kita rubah plafonya menjadi penyertaan modal sebanyak 16 milyar untuk pagunya. PDAM TB bisa mengerjakan lewat waktu dan kalau masih di Bangkim harus terserap di 22 Desember 2016.

“Kalau makan minum di Pak Wali itu memang sudah ada di usulan RKPD P, mungkin pada saat pembahasan awal belum terbaca atau dibahas keseluruhan. Manin saat ini kebutuhan meningkat misal untuk pengamanan tamu dan sebagainya Dan anggaran dari 6,3 pada APBD 2016 Murni menjadi 7,3 milyar maka tidak harus dipake secara keseluruhan dan kalo nggak terserap kan bisa masuk Silfa 2017,” ungkapnya.

Jumhana juga menjelaskan bahwa kemungkinan besar APBD P 2016, akan segera disahkan karena tiga wakil ketua DPRD Kota Bekasi sudah sepakat dalam rapat Banggar malam tadi.

“Ada tiga wakil ketua yang sudah sepakat. Memang dari PPP walk out. Saya berharap agar segera disahkan ini untuk kepentingan Masyarakat.” katanya. (By)

The post Bantah Dana Siluman, BAPPEDA Bilang DPRD tidak Baca Utuh RAPBD-P 2016 appeared first on BEKASIMEDIA.COM.



Sumber Suara Jakarta

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama