Di Belanda, Politisi Penista Agama Diadili

BEKASIMEDIA.COM – Di Belanda, ada seorang politisi yang sering berurusan dengan hukum karena kerap kali melakukan penistaan agama dan mengeluarkan pernyataan provokatif. Geert Wilders politisi yang dimaksud.

Pada tahun 2008, ia bersama Arnoud van Doorn membuat film pendek berjudul Fitna, yang menyulut kontroversi. Film ini berisi tentang pandangannya mengenai Islam dan Al-Qur’an. Film ini dirilis di internet pada tanggal 27 Maret 2008. Karena film itu, Wilders mulai diadili di Schipol dengan dakwaan memicu kebencian rasial.

Tahun 2014 ini, Wilders kembali berurusan dengan hukum setelah didakwa karena pernyataan yang menginginkan ‘orang Maroko yang lebih sedikit’ di Belanda.

Dilansir BBC, Pemimpin Partai Kebebasan Belanda, PVV ini dibawa ke meja persidangan pada Senin (31/10/16), namun menolak hadir karena menurutnya itu merupakan pengadilan politik.

Dia berulang kali mengkritik Islam, menyerukan agar Alquran dilarang dan agar semua masjid di Belanda ditutup.

Jaksa mengatkan bahwa dalam pawai PVV tahun 2014, dia bertanya apakah mereka ingin ‘lebih sedikit atau lebih banyak orang Maroko’ di Belanda.

Ketika para pendukung partai membalas dengan memekik ‘lebih sedikit’, dia kemudian menanggapi, “Kita akan mengaturnya.”

Diancam satu tahun penjara

Hakim membuka sidang tanpa kehadiran Wilders dengan mengatakan mengambil pernyataan yang dibuatnya di media sosial beberapa waktu belakangan.

Willders bisa dipaksa untuk hadir ke pengadilan dan jika terbukti bersalah akan diancam dengan hukuman maksimal satu tahun penjara.

Pengadilan atasnya ini diperkirakan berlangsung selama tiga pekan dan vonis akan disampaikan pada bulan Desember.

“Belanda sedang berproses mengajarkan dunia, bahwa free speech musti tetap melindungi hak entitas manapun untuk tidak didiskriminasi,” komentar Arya Sandhiyuda, direktur Madani Center atas kasus Wilders di Belanda.

Bagaimana dengan Indonesia?

(*/eas)

The post Di Belanda, Politisi Penista Agama Diadili appeared first on BEKASIMEDIA.COM.



Sumber Suara Jakarta

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama