“Keajaiban” Herbal Bawang Bombay

By dr. Riris Wd, M.Si
Dokter Saintifikasi Jamu, Konsultan Kecantikan klinik dR Bintaro, Peneliti Herbal Medis dan Kecantikan, Akupunkturis, Dosen

Istilah bawang bombay berasal ketika komoditas ini pertama kali dibawa oleh pedagang-pedagang dari kota Bombay (sekarang disebut Mumbay), India, ke Indonesia. Bawang bombay (*_Allium cepa*_ L) termasuk herba botanical yang dibudidayakan sebagai tanaman annual (semusim), kecuali untuk produksi benih. Bawang bombay adalah sejenis bawang yang biasa digunakan dalam memasak makanan di Indonesia, tidak hanya digunakan sebagai hiasan tapi juga bagian dari masakan karena bentuknya yang besar dan tebal dagingnya.

Bawang Bombay _Allium cepa*_ L.

Nama umum

Indonesia : Bawang Bombay
Inggris : Onion, brown onion
Vietnam : Cu hanh tay
Thailand : Hom farang
Pilipina : Sibuyas
Cina : Yang cong, yuan cong, cong tou.
Jepang : Tama negi

Klasifikasi

Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas: Liliidae
Ordo: Liliales
Famili: Liliaceae (suku bawang-bawangan)
Genus: Allium
Spesies: *_Allium cepa_ L.

Dalam silsilahnya, bawang bombay yang disebut juga bawang timur berada dalam satu garis keturunan dengan bawang merah. Perbedaan bawang merah dengan bawang bombay tidak terlalu mencolok, kecuali bentuknya yang nampak jelas berbeda dan bau atau aromanya.

Seperti halnya dua bawang yang lain, bawang bombay merupakan terna yang tumbuh tegak dengan akar berbentuk serabut. Sistem perakarannya tidak terlalu panjang dan tidak terlalu dalam tertanam dalam tanah. Tidak lebih dari 10 cm.

Daunnya berbentuk seperti pipa agak pipih atau setengah membulat dengan warna hijau tua. Batang semuanya merupakan pelepah daun yang saling membungkus. Pelepah daun yang terletak di sebelah luar selalu melingkari dan membungkus pelepah daun yang di dalamnya sehingga potongan melintangnya terlihat berlapis-lapis membentuk cincin-cincin. (Wibowo, 1992)

Kandungan Bawang Bombay

Bawang Bombay mengandung beberapa komponen aktif, di antaranya:
Asam amino: asam glutamat, arginin, lisin, glisin
5 Mineral, terutama: kalium, fosfor, kalsium, mangan, natrium, belerang, serta besi, seng, tembaga, dan selenium dalam jumlah yang kecil
Vitamin : vitamin C, asam folat, vitamin E
Minyak esensial: dipropil disulfida, metil metantiosulfinat, Quersetin, Allisin, dengan kadar lebih kecil daripada bawang putih (botanical-online.com).

Kandungan Nutrisi Dalam 100 Gram Bawang Bombay:

Komponen Gizi Bawang Bombay:

Air 89,11 g
Tembaga 0,039 mg
Energi 40 kcal
Mangan1,129 mg
Protein 1,1 g
Fluor 1,1 mg
Lemak 0,10 g
Selenium 0,15 g
Abu 0,35 g
Vitamin C 7,4 mg
Karbohidrat 7,34 g
Vitamin B1 0,046 mg
Serat 1,7 mg
Vitamin B2 0,116 mg
Gula Total 4,24 g
Vitamin B3 0,123 mg
Kalsium 23 mg
Vitamin B5 0,126 mg
Zat Besi 0,21 mg
Vitamin B6 0,120 mg
Magnesium 10 mg
Folat 19 mg
Fosfor 29 mg
Choline 6,1 mg
Kalium 146 mg
Vitamin E 0,02 mg
Natrium 4 mg
Vitamin K 0,4 mg
Seng 0,17 mg

Manfaat Bawang Bombay

Bawang bombay biasa digunakan untuk menambah rasa sedap pada jenis masakan tertentu. Selain itu, bawang ini memiliki potensi untuk digunakan dalam bidang medis, di antaranya:

-Sistem dalam tubuh:

Sistem peredaran darah: salah satu zat penting yang terdapat dalam bawang bombay, yakni allisin, berpotensi mencegah penggumpalan darah sehingga dapat memperlancar sirkulasi/peredaran darah, Diuretik, cocok untuk kasus encok, ginjal, dapat mencegah infeksi bakteri pada sistem pernafasan, membantu sistem pencernaan, memperlancar kerja hati, ginjal dan pankreas.

Anti kanker: adanya senyawa dialil disulfida, flavonoid, dan quersetin dapat menghambat tumbuhnya sel kanker dalam perut, mengurangi kemungkinan osteoporosis hingga 20%. (Wuryanti dan Murnah, 2009).

-Sistem di luar tubuh

Sebagai desinfektan, melindungi tubuh dari sengatan serangga, dapat menghilangkan kutil dengan cara melapisi kulit dengan jus bawang Bombay, bisa pula sebagai shampoo, merangsang akar rambut. Kandungan sulfur dalam bawang bombay dapat membersihkan kulit kepala dari ketombe dan membantu memelihara kesehatan rambut. (Wuryanti dan Murnah, 2009).

Hasil-hasil penelitian yang dipublikasikan menyebutkan bahwa bawang secara alami memiliki komponen yang bersifat antibiotik yang kuat dan mengurangi penyakit yang disebabkan kontaminasi bakteri. Bawang merupakan istilah umum bagi sekelompok tumbuh-tumbuhan yang termasuk dalam genus Allium, termasuk tumbuhan rempah berjenis umbi-umbian yang dapat digunakan untuk obat tradisional (Satya, 2013).

Zat aktif yang terkandung dalam bawang putih, bawang merah dan bawang bombay hampir sama, antara lain allisin yang mempunyai daya bunuh terhadap bakteri dan daya anti radang, allin yang berfungsi sebagai antibiotik, dan minyak atsiri yang berfungsi sebagai antiseptik dan bersifat bakteriostatis yaitu dapat menghambat pertumbuhan bakteri (Jaelani, 2007 ).

Penjabaran manfaat bawang bombay secara ilmiah adalah sebagai berikut :

1. Membantu Melawan Kanker

Bawang bombay kaya akan senyawa sulfida, yang berkhasiat membantu melindungi sel-sel tubuh terhadap pertumbuhan tumor.

2. Membantu Mengendalikan Kadar Glukosa Darah

Makan bawang bombay dapat membantu mengurangi kadar glukosa darah. Bawang bombay mengandung alil-propil-disulfida dan mineral krom (chromium) yang membantu meningkatkan produksi insulin. Insulin adalah hormon yang membantu penyerapan glukosa oleh sel tubuh.

3. Membantu Mencegah Penggumpalan Darah

Bawang bombay mengandung bahan anti-penggumpalan darah. Kandungan sulfur dalam bawang bombay berkhasiat membantu mencegah penggumpalan darah.

4. Membantu Sistem Pencernaan

Bawang bombay mengandung serat pangan yang membantu melancarkan pencernaan. Bawang bombay juga mengandung prebiotik yang mendorong pertumbuhan bakteri menguntungkan (probiotik) dalam sistem pencernaan sehingga membantu fungsi pencernaan.

5. Membantu Melindungi Terhadap Alergi

Bawang bombay kaya akan quercetin, suatu antioksidan yang diketahui memiliki sifat anti-inflamasi (anti-radang) dan anti-alergi.

6. Membantu Menjaga Kesehatan Otak

Bawang bombay banyak mengandung vitamin B kompleks seperti asam pantotenat, piridoksin, folat dan thiamin yang merupakan nutrisi penting bagi otak dan berperan dalam membantu mencegah gangguan syaraf.

7. Membantu Memperkuat Tulang

Bawang bombay mengandung beberapa nutrisi penting yang membantu menjaga kepadatan tulang berupa mineral tembaga, kalsium, magnesium, dan fosfor.

8. Membantu Memperkuat Jaringan Penghubung

Sulfur yang terkandung dalam bawang bombay bermafaat dalam pembentukan jaringan penghubung.

9. Membantu Memperkuat Daya Tahan Tubuh

Bawang bombay kaya antioksidan berupa vitamin C, quercetin, dan mineral, mangan yang sangat berkhasiat dalam menyembuhkan demam dan influenza.

10. Membantu Mengurangi Resiko Hipertensi

Bawang bombay mengandung zat yang disebut allicin, yang menjaga kelenturan pembuluh darah sehingga menjaga tekanan darah tetap normal.

11. Membantu Menyehatkan Jantung

Makan setengah bawang bombay ternyata bisa membantu menurunkan kadar kolestrol jahat ini artinya akan menyehatkan jantung , karena kolestrol salah satu pemicu utama sakit jantung.

12. Mengandung Phythochemcial

Kandungan phytochemcia yang terdapat di dalam bawang bombay berfungsi untuk membantu memaksimalkan fungsi vitamin C di dalam tubuh selain itu phytochemical juga membantu melancarkan peredaran darah dan membantu menurunkan inflamasi, sehingga mampu membantu menyehatkan sistem kardiovaskular.

13. Membantu Menangkal Osteoporosis

Kandungan kalsium pada bawang bombay , menjadikan bawang bombay juga bisa membantu mencegah pengeroposan tulang.

14. Sumber Serat

Bawang bombai ternyata merupakan sumber yang kaya serat alami yang sangat baik untuk melancarkan pencernaan.

15.Membantu Menguatkan Sistem Imun

Kandungan antioksidan yang banyak ditemukan dalam bawang bombay bisa membantu menguatkan sitem kekebalan tubuh dan stamina.

Bawang putih, bawah merah, bawang bombay, sering kita dengar dan digunakan dalam banyak masakan, tetapi pernahkah anda mendengar mengenai bawang hitam? Di balik warnanya yang hitam, tersimpan beberapa manfaat yang baik untuk kesehatan. Bahkan dipercaya bawang hitam memiliki kadar anti-oksidan yang jauh lebih tinggi dibandingkan bawang putih.

Bagaimana Bawang Hitam Dibuat?

Bawang hitam dibuat dengan cara fermentasi, yaitu menyimpan bawang putih (*_Allium sativum*_ L.) secara utuh (beserta kulitnya), di suatu ruangan yang telah diatur kelembapan dan suhunya (60 derajad – 77 derajad Celcius). Selama proses ini tidak ditambahkan bahan lainnya. Bawang putih akan teroksidasi dan berubah warna menjadi semakin hitam. Teksturnyapun menjadi semakin lunak. Selain tekstur, rasa dari bawang hitam menjadi asam. Perubahan warna menjadi hitam bukan disebabkan oleh mikrobia, tetapi karena adanya reaksi pencoklatan yang disebabkan oleh enzim (Maillard & Karamelisasi). Reaksi kimia tersebut akan membentuk suatu senyawa kimia baru yang memiliki warna kecoklatan, dan rasa yang khas.

Membantu Efek Sebagai Anti Tumor

Menurut peneliti dari Jepang, dan Cina di dalam jurnal yang ditulis oleh Wang, et al., 2010, bawang hitam berpotensi membantu efek anti tumor. Dari hewan uji berupa tikus yang sengaja dibuat terkena tumor, setengahnya berhasil sembuh dari penyakitnya karena diberi asupan ekstrak bawang hitam.

Membantu Mencegah Penuaan Dini dan Kanker

Penelitian lainnya dilakukan oleh Kim, et al, 2012, yang membuktikan bahwa proses fermentasi untuk menghasilkan bawang hitam terbukti meningkatkan kadar polifenol, dan flavonoid di dalam bawang hitam. Kadar polifenol meningkat sekitar 23%, sedangkan kadar flavonoid akan meningkat sebesar 37% pada bawang hitam.Polifenol dan Flavonoid berfungsi sebagai antioksidan yang dapat membantu mencegah timbulnya penyakit kanker, dan penuaan dini. Adanya antioksidan akan menangkap radikal-radikal bebas yang dapat merusak sel-sel tubuh. Dengan meningkatnya kadar antioksidan alami (polifenol, dan flavonoid) di dalam bawang hitam, dapat membantu menurunkan resiko terkena penyakit kanker, dan juga penuaan dini.Di dalam penelitian yang sama disebutkan bahwa ekstrak bawang hitam terbukti dapat melindungi kulit dari UV B.
Dimana UV B bersifat merusak lapisan kulit bagian luar (kulit ari), yang membuat efek seperti terbakar pada kulit.Sumber jurnal ilmiah lain :Kim, S. H.; Jung, E. Y.; Kang, D. H.; Chang, U. J.; Hong, Y. H.; Suh, H. J. 2012. Physical stability, antioxidative properties, and photoprotective effectsof a functionalized formulation containing black garlic extract. Journal of Photochemistry and Photobiology B: Biology 117 (2012) 104–110Wang, D.; Feng, Y.; Liu, J.; Yan, J.; Wang, M.; Sasaki, J. I.; Lu, C. 2010. Black Garlic (Allium sativum) Extracts Enhance the Immune System. Medicinal and Aromatic Plant Science and Biotechnology 2010 Global Science Books

Demikianlah keajaiban herbal bawang bombay dan bawang bombay hitam bagi kehidupan manusia. Semoga bermanfaat.*AR.

The post “Keajaiban” Herbal Bawang Bombay appeared first on BEKASIMEDIA.COM.



Sumber Suara Jakarta

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama