Di TK Al Husna Bintara 9, Iuran Sekolah Bisa Dibayar dengan Sampah

BEKASIMEDIA.COM – TK/TPA Al Husna yang beralamat di Jalan Bintara 9 Kelurahan Bintara Bekasi Barat melakukan langkah berbeda dibandingkan dengan sekolah anak usia dini lainnya. Sesuatu yang masih jarang dilakukan institusi pendidikan lainnya yaitu dengan membentuk bank sampah.

Peresmian Bank Sampah TK Al Husna dilakukan Sabtu (20/5/17) kemarin dan dihadiri oleh perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Anggota DPRD Kota Bekasi Ariyanto Hendrata, dan pengurus RT/RW setempat.

Ide membentuk bank sampah ini, menurut salah satu pengajarnya, Lisda Fadhilah, muncul karena letak sekolah yang berada di tengah-tengah masyarakat ekonomi lemah atau dhuafa.

“Kebetulan TK Al Husna Bintara 9 letaknya ditengah-tengah warga dhuafa, maka kita inisatif mencari jalan agar anak-anak dapat sekolah. Kita menawarkan bank sampah bisa buat bayar sekolah,” ujar Lisda kepada bekasimedia.com, Ahad (21/5/17).

Mekanisme bank sampahnya, lanjut Lisda, warga bisa menjual sampahnya ke TK Al Husna. Nanti dibuatkan buku tabungan bagi yang ingin menjual sampahnya. Uangnya ditabung dulu di Al Husna. Kelak uang itu bisa digunakan untuk keperluan warga. Termasuk bisa buat bayar sekolah jika anaknya bersekolah di Al Husna.

Adapun untuk harganya variatif. Jika sampahnya masih tercampur dihargai Rp 1000/kg. Namun jika sudah dipilah lebih tinggi lagi. Gelas air mineral yang sudah bersih, 3000/kg. Gelas air mineral yang masih ada labelnya 1500/kg. Botol plastik bersih, 2500/kg. Botol plastik kotor 1,250/kg. Dan masih banyak lagi harga jenis sampah lainnya. Harganya juga bisa naik turun tergantung harga pasaran.

Awal mula dari Bank Sampah Al Husna, menurut Lisda, berawal dari kegiatan ibu-ibu majelis taklim Al Husna, “mereka mengumpulkan sampah-sampah di rumah dan dianjurkan sudah dipisah dan dibersihkan antara kardus bekas, botol kemasan, dan lain-lain. Kemudian disetorkan bersamaan dengan hari taklim setiap Jumat pekan ketiga jam 13.00-15.30. Kemudian, pengurus majelis taklim menimbang dan mencatat di buku besar dan buku tabungan masing-masing anggota. Nah inilah langkah awalnya,” kisah Lisda.

Tekad besar dari pendirian bank sampah ini, menurut Lisda, adalah mendukung program pemerintah dan menjalankan ajaran agama Islam.

“Kami Al Husna ingin berbagi kebaikan. Pertama menjaga lingkungan yang sehat dan bersih ‘aththoohuuru syatrul iman’ kebersihan sebagian dari iman. Kedua, pemberdayaan masyarakat karena dari sampah bisa memberikan pundi pundi yang menjanjikan, sedikit atau kecil tapi pasti,” pungkasnya. (eas)

The post Di TK Al Husna Bintara 9, Iuran Sekolah Bisa Dibayar dengan Sampah appeared first on BEKASIMEDIA.COM.



Sumber Suara Jakarta

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama