Kekeringan, 2.000 Hektar Sawah di Kresek Gagal Panen

Petani di Kresek terpaksa menyabuti tanaman padi mereka yang mati akibat kekeringan.
MediaTangerang.com, - Akibat mengalami kekeringan, sejumlah petani di Desa Koper, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, terpaksa menjadikan tanaman padi yang mereka tanam sebagai pakan ternak.

Hujan yang tak kunjung turun sejak tiga bulan terakhir, membuat ribuan hektar tanaman padi mati dan gagal panen akibat kekurangan pasokan air. Para petani terpaksa menyabuti tanaman padi mereka.

Sariman salah seorang petani mengatakan, cuaca panas yang berkepanjangan membuat ribuan hektar tanaman padi milik para petani mengalami kerusakan, akibat kekeringan yang melanda sejak tiga bulan terakhir.

"Sawah kami mengalami kekeringan hingga retak. dari pada sia-sia lebih baik kami cabut kembali untuk dikasih makanan buat ternak," ungkapnya Kamis (30/7/2015).

Sementara itu, Sunardi BPD Desa Koper mengatakan, rawa tadah menjadi satu-satunya sumber air untuk mengaliri sawah patani kini kering kerontang lantaran hujan hingga kini tak juga kunjung turun.

"Ada sebanyak 2.000 hektar lahan tanam padi yang mengalami kekeringan dan sudah dipastikan gagal panen," jelas Sunardi.

Para petani berharap, pemerintah dapat segera memberikan bantuan. Pasalnya, bagi sebagian besar warga Kresek, sawah merupakan sumber penghasilan satu-satunya bagi warga.
 
Dampak kekeringan di Kabupaten Tangerang juga membuat warga Desa Karang Tengah, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, terpaksa menggunakan air kubangan yang keruh dan kotor untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
 
Sumber: BantenHits


Sumber
via Media Tangerang

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama