KH Noer Alie, Syamsul Falah dan 120 Karung untuk Muara Bungin

PASBERITA.com - Pantai utara tepatnya di Muara Bungin Pantai Bakti Muara Gembong perbatasan antara Bekasi mengalami pendangkalan di hulu muaranya. Akibatnya keluar masuknya perahu nelayan terhambat sehinga berdampak pada laju perekonomian masyarakat setempat.

Kondisi tersebut membuat masyarakat berusaha dengan cara swadaya memperbaikinya. Namun, keterbatasan material dan aktivitas menjadi kendala untuk masyarakat disana.

Informasi pendangkalan tersebut membuat Syamsul Falah tergerak. Ia mengunjungi Muara Bungin untuk melihat langsung kondisi yang terjadi. Tanpa banyak kata, Syamsul Falah memberikan 120 karung besar untuk menanggulangi abrasi tersebut. Karung-karung itu akan diisi pasir dan diletakkan di kali muara sebagai tanggul pencegah abrasi.

Masyarakat Muara Bungin merasa berterima kasih sekali kepada Syamsul Falah yang dengan sigap memberikan bantuan tersebut.

Ternyata, sebelumnya pada sekitar tahun 80 an ternyata Almaghfurlah KH Noer Alie pernah ke Muara Bungin juga. Saksi hidup seorang ketua RT menceritakan bahwa Almaghfurlah KH. Noer Alie ikut andil membuka perkampungan Muara Bungin itu.

Contoh yang masih nyata dan fakta pada saat ini masih ada adalah keberadaan empang burak (Bouraq) yang diambil dari sebuah nama pesawat terbang.

Selesai membuka lahan dari hutan untuk perkampungan nelayan, Almaghfurlah KH. Noer Alie sebelum pulang ke rumahnya berkata ” Nanti akan ada besi jatuh dari langit disini” kepada beberapa orang warga sana atau kepada ketua RT waktu itu.

Seminggu dari perkataan Almaghfurlah KH Noer Alie, benar sekali ada sebuah besi jatuh dari langit yaitu sebuah pesawat terbang yang bernama bouraq jatuh di empang atau tambak yang tidak jauh dari perkampungan Muara Bungin. Nama empang bouraq dipakai hingga sekarang. (*)


Sumber: SyamsulFalah.com





 

Sumber
via PAs Berita

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama