Bekasimedia – Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Jawa Barat cabang Kota Bekasi pada Maret lalu kembali melakukan Operasi Terpadu bagi pengendara yang belum melaksanakan kewajibannya membayar pajak kendaraan bermotor. Operasi yang diadakan Dispenda Jabar cabang Kota Bekasi juga melibatkan institusi lain seperti Polisi Lalu Lintas (Polantas) Polresta Kota Bekasi, Polisi Militer (PM) dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi.
Fajar Ginanjar, Kepala Seksi Pendataan dan Penetapan Cabang Pelayanan Dispenda provinsi Jawa Barat cabang Kota Bekasi mengatakan, dalam Operasi Terpadu, wajib pajak (WP) yang kedapatan pajak kendaraannya mati dapat langsung mengurus dan membayar di lokasi.
“Jadi, wajib pajak bisa langsung melakukan pembayaran dan wajib pajak diperbolehkan tanpa harus menunjukan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB),” jelasnya kepada bekasimedia.com, Selasa (05/04).
Lanjut Fajar, pelaksanaan Operasi Terpadu dalam rangka melaksanakan wajib tertib kendaraan bermotor dalam membayar pajak kepada pemerintah. Kata dia, operasi terpadu WP mengharuskan pengendara menunjukkan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) untuk mengetahui pengesahan STNK dan pembayaran pajak kendaraan terakhir.
“Sekira 20 persen WP hampir tidak membayar pajak kendaraan. Berbagai kendala dan faktor seperti kendaraan yang dipindahtangankan menjadi salah satu faktor para WP tidak membayar pajak kendaraannya. Kemungkinan lainnya, WP beli kendaraan bekas (second) dan saat mau perpanjang tidak ada Kartu Tanda Penduduk (KTP) pemilik pertama sehingga saat mau balik nama tidak bisa, selain itu. faktor lainnya dikarenaakan buku pemilik kendaraan bermotor (BPKB) masih di-leasing,” paparnya.
Lebih lanjut Fajar mengatakan, pelaksanaan operasi terpadu selama Maret lalu dari pelaksanaan 3 (tiga) minggu, pihak Dispenda Jabar cabang Kota Bekasi mencatat sebanyak 12.061 kendaraan diberhentikan dengan rincian 5.150 sepeda motor dan 6.865 kendaraan roda empat (Mobil).
“Sementara untuk pengendara kendaraan yang diberikan bukti pelanggaran berupa tilang sebanyak 1.095 terbagi atas 592 sepeda motor dan 502 mobil. Sementara untuk jumlah kendaraan dalam Provinsi yang distop sebanyak 9.813 dengan rincian 843 sepeda motor dan 5.461 mobil. Untuk kendaraan dari luar Provinsi Jawa Barat terdapat 2.248 kendaraan dengan rincian 843 sepeda motor dan 1.404 mobil,” bebernya.
Dari keseluruhan WP yang terjaring dalam operasi terpadu yang dilaksanakan pada Maret lalu, kata Fajar, sebanyak 1.058 menyanggupi membayar pajak kendaraan bermotor (PKB) atau Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) dengan rincian 483 wajib pajak sepeda motor dan 575 wajib pajak Mobil.
“Dari keseluruhan di atas, wajib pajak yang terjaring dalam operasi terpadu pada Maret lalu dan melaksanakan pembayaran langsung sebanyak 568 wajib pajak, terbagi atas 322 wajib pajak sepeda motor dan 246 wajib pajak mobil,” pungkasnya.
Sekadar diinformasikan, pelaksanaan operasi terpadu yang digelar selama Maret lalu dilakukan di beberapa wilayah di Kota Bekasi seperti di Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Jalan Raya Kalimalang, Jalan Raya Jatiasih, Jalan KH. Muchtar Tabrani dan Jalan Bekasi Raya, Harapan Indah.
Target Capaian 2016
Target capaian Dispenda Jawa Barat cabang Kota Bekasi pada tahun 2016 Rp1,8Trilliun,dan di triwulan pertama saat ini sudah tercapai sekira Rp 400 Milyar. Sementara target capaian pada tahun 2015 lalu sekira Rp1.7 Trilliun. Artinya ada kenaikan target capaian Rp100Milliar, dan pihak Dispenda Jawa Barat cabang Kota Bekasi optimis target tersebut akan tercapai. (dns)
Keterangan gambar: ilustrasi selfie seorang pengendara sepeda motor di tengah kemacetan jalan raya Kalimalang
The post Dispenda: Ribuan Kendaraan Terjaring Operasi Terpadu appeared first on BEKASIMEDIA.COM.
Sumber Suara Jakarta