Bekasimedia – Pada tahun 2010 lalu, beredar dokumen yang dibocorkan oleh programer komputer,jurnalis dan penulis Julian Assange yang menghebohkan dunia.
Dia membocorkan file yang berisi dokumen-dokumen rahasia operasi intelijen di berbagai negara. Bocoran tersebut dikenal dengan nama Wikileaks.
Enam tahun berselang pasca wikileaks, muncul dokumen rahasia lainnya “Panama Papers” yang besarnya berkali-kali lipat. Sebagai perbandingan, Wikileaks yang dibocorkan Assange berukuran file 1,7 GB. Sedangkan Panama Papers masuk dalam file sebesar 2,6 terabyte (TB). Ada 4,8 juta e-mail; 3 juta database; 2,1 juta dokumen PDF; 1,1 juta foto; 320.000 dokumen teks; dan 2.000-an file lainnya.
Tersebarnya data Panama Papers dari firma hukum Mossack Fonseca di Panama ini juga menyentuh Indonesia.
Dalam tautan milik Konsorsium Jurnalis Investigasi Internasional (ICIJ), ada 2.961 nama individu ataupun perusahaan yang muncul, saat kata kunci “Indonesia” dimasukkan.
Selain itu, pada laman yang sama pun muncul 2.400 alamat di Indonesia yang terdata dalam kolom “Listed Addresses”.
Di antara ribuan nama itu, ada banyak nama yang terdengar familiar dan terkenal di Tanah Air.
Seperti yang telah banyak diberitakan, “Panama Papers” adalah dokumen rahasia yang memuat daftar klien besar di dunia, yang diduga menginginkan uang mereka tersembunyi dari endusan pajak di negaranya.
Saat ini Panama Papers terus dibicarakan di twitter dan menduduki puncak trending topik dunia. (*/eas)
The post Panama Papers Lebih Dahsyat Dari Wikileaks appeared first on BEKASIMEDIA.COM.
Sumber Suara Jakarta