Kekerasan Pada Anak di Kota Bekasi Meningkat 200-300 Kasus Pertahun

Bekasimedia – Persentase kekerasan seksual di kota Bekasi saat ini setiap tahunnya selalu mengalami peningkatan, bahkan berada pada kisaran 200-300 kasus/tahun. Hal tersebut dituturkan Haryekti Rina, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Bekasi. Rina menyampaikan kenyataan tersebut di hadapan 48 kader Posyandu Kelurahan Margahayu sebagai peserta workshop “Perlindungan Anak” di aula kelurahan Margahayu, Bekasi Timur, Sabtu, (09/04).

Angka tersebut tentunya menjadi perhatian dirinya, “ini merupakan fenomena gunung es,” ujarnya.

Menurut Rina, korban kekerasan pada anak yang tidak melaporkan bahkan lebih banyak lagi, bisa sampai dua kali lipatnya atau lebih. Trend rentang usia pelaku semakin hari semakin muda. Ada kasus dengan usia pelaku 7 tahun sedangkan usia korban termuda 1,5 tahun.

Status pelaku banyak yang dekat dan kenal dengan korban, misalnya paman, guru, pelatih ekskul, bahkan kakeknya sendiri.

Rina juga menyatakan, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) kota Bekasi berada di bawah Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak, bekerjasama dengan lintas sektor, seperti Kepolisian dan Rumah Sakit dalam melakukan pendampingan kepada korban kekerasan pada anak.

“Penanganan kasus pun kami lakukan secara paripurna baik terhadap korban maupun pelaku,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatangan bersama kesepakatan peluncuran Kampung Aman Keluarga (KaMEra) Masyarakat Peduli Posyandu Indonesia (MPPI) kelurahan Margahayu tahun 2016.

Kegiatan ini dihadiri oleh Lurah, Kapermas, PKK Kelurahan sebekasi Timur, Pokjanal kecamatan Bekasi Timur, P2TP2A, RKI, MPPI, PKP kota bekasi, RW dan kader posyandu kelurahan Margahayu. (dns)

The post Kekerasan Pada Anak di Kota Bekasi Meningkat 200-300 Kasus Pertahun appeared first on BEKASIMEDIA.COM.



Sumber Suara Jakarta

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama