Kesulitan Ekonomi Jadi Alasan Ibu ini Jatuhkan Bayinya dari Lantai 4 Mal

Bekasimedia- Dalam keadaan menangis dan menundukan kepalanya, Ftr (29) menceritakan awal mula kronologi dirinya melempar bayi kandungnya yang masih berusia satu bulan dari atas gedung lantai 4 Mal Bekasi Junction, Jl. Ir H Juanda, Bekasi Timur. Hal itu ia ceritakan di Unit Perlindungan Anak (PA) Polresta Bekasi Kota.

“Saya pagi-pagi pamit sama suami untuk membeli buku, dan ternyata di tengah jalan terlintas di pikiran saya untuk masuk dalam Mal itu, karena para karyawan sudah mulai memasuki mal, saya menyelinap dan langsung ke lantai 4 dengan menggunakan tangga eskalator yang belum berfungsi,” ungkapnya kepada awak media, Minggu (15/5).

Sesampainya di lantai 4 Mal Bekasi Junction, dirinya memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan si buah hati yang lahir pada April lalu.

“Saat itu saya sudah siap untuk mengakhiri hidup saya. Tapi saat saya lihat ke bawah saya jadi takut akan ketinggian, lalu saya melemparkan anak saya hingga terjatuh di lantai bawah balkon, setelah itu saya turun untuk mengambil anak saya tetapi sudah diamankan oleh security setempat,” tukasnya.

Ftr mengungkapkan, sang suami yang berinisial SI (32) yang pekerjaannya sebagai pedagang tempe menurun pendapatannya hari demi hari, sehingga dirinya merasa terbebani dengan harga sembako yang terus naik.

“Biasanya suami saya kalau menjual sampai 1 kwintal, dan setahun belakangan ini terus menurun dan hanya dapat menjual sebanyak 60 kilogram tempe, kalau seperti ini saya merasa terbebani, karena anak saya yang pertama tahun ini juga mau masuk Sekolah Dasar,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Bekasi, Radjiman mengatakan, dalam diri pelaku tidak ditemukan kendala kejiwaan pada diri pelaku, Bahkan kata dia, sejak sabtu (14/5) kemarin, setelah diamankan oleh Polresta Bekasi Kota, Pelaku sudah dapat memberikan keterangannya.

“Dari hasil penyelidikan pelaku tidak kita temui gangguan kejiwaan pada dirinya, tetapi belum kita ketahui jelasnya, makanya besok, Senin (16/5) kita akan membawanya ke psikater guna memastikannya secara detail,” katanya.

Namun demikian, Radjiman mengatakan, saat ini pelaku masih dalam keadaan syok, dan tidak bisa ditinggal sendirian. Kata dia, pelaku harus terus didampingi. Pelaku merasa harus selalu di keramaian.

“Entah kenapa, apabila sendirian dia merasa ketakutan, maunya ada keramaian, dan untuk hari ini sampai besok kita bawa pelaku ke psikater akan terus kita dampingi agar tidak terjadi gangguan jiwa pada dirinya,” tuturnya.

Adapun hukum yang akan dikenakan kepada pelaku menyangkut pasal 80 undang-undang RI No 18 dan pasal 338 dengan kekerasan kepada anak hingga menyebabkan kematian, dengan ancaman Hukuman paling lama mencapai 15 tahun penjara.

“tetapi apabila pelaku mengalami gangguan jiwa otomatis hukuman akan kita gugurkan dengan pasal 44, itu tidak ada tuntutan, apabila hasilnya pelaku tidak mengalami gangguan jiwa , hukuman akan tetap kita berlakukan,” tandasnya (dns)

The post Kesulitan Ekonomi Jadi Alasan Ibu ini Jatuhkan Bayinya dari Lantai 4 Mal appeared first on BEKASIMEDIA.COM.



Sumber Suara Jakarta

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama